Selasa, 22 Desember 2015




                                               
MAKALAH
PENGARUH PANDANGAN BEHAVIORISTIK
                                                          
Dosen : Haerudin,M.pd
Disusun oleh : Rini                    
Kelas :  A2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015-2016





Daftar isi































KATA PENGANTAR


            Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan karunia terbesar-Nya, atas selesainya penyusunan makalah teori belajar bahasa yang membahas “pengaruh pandangan behavioristik ” sebagai salah satu perangkat kelengkapan Tugas.
            Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengajar atas arahan dan bimbingannya sehingga terselesainya tugas makalah ini. Dalam makalah ini menjabarkan beberapa pembahasanyang diambil dari referensi.
            Apabila ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu besar harapan penyusun atas pelbagai saran dan kritikan yang menunjang agar makalah ini lebih baik lagi.














                                                                   

BAB I
PENDAHULUAN
Teori behaviorisme purposive yang diperkenalkan oleh tolman mengajarkan bahwa apabila suatu rangsangan tertentu menimbulkan respon tertentu,maka akan kita lihat rangsangan itu dalam perspektif yang baru.Umpamanya,pada waktu di SD atau SLTP kita diajarkan untuk selalu berlaku sopan dan menghormati guru.Sebagai akibatnya bila kita berhadapan dengan dosen atau guru besar di perguruan tinggi (berupa rangsangan),maka kita juga akan berlaku sopan,hormat,dan diam mendengarkan kuliahnya atau penjelasannya(berupa respons). Namun,dosen atau guru besar itu mungkin akan marah jika kita bersikap demikian,karena masih dianggapnya sebagai kanak-kanak bukan mahasiswa.Kita dituntut untuk lebih terbuka,lebih banyak berbicara,dan tidak terlalu bersifat formal.Disini kita melihat keadaan dalam perspektif yang baru,dan sebagai akibatnya kognisi kita akan membuat respon yang baru pula.


B. RUMUSAN MASALAH
1. bagaimana cara anak dalam pemerolehan bahasa?
2.proses apa saja yang dilakukan dalam pemerolehan bahasa?

C. TUJUAN
Tujuannya agar membuat peserta didik cepat dalam merspon pelajaran apa saja yang telah disampaikan oleh seorang guru



                                                                     BABII
                                                                  Pembahasan
A. Pandangan Behaviorisme
Kaum behaviorisme menekankan bahwa proses pemerolehan bahasa pertama dikendalikan dari luar diri si anak,yaitu oleh rangsangan yang diberikan dari luar diri si anak,dan melalui lingkungan .Istilah bahasa dari kaum behaviorisme dianggap kurang tepat karena istilah bahasa itu menyiratkan suatu wujud,suatu yang dimiliki atau digunakan,dan bukan suatu yang dilakukan.Padahal bahasa itu merupakan salah satu perilaku,diantara perilaku-perilaku manusia lainnya.Oleh karena itu,mereka lebih suka menggunakan istilah perilaku verbal agar tanpak lebih mirip dengan perilaku lain yang harus dipelajari.
            Menurut kaum behavioris kemampuan berbicara dan memahami bahasa oleh anak diperoleh melalui rangsangan dan lingkungannya .Anak dianggap sebagai penerima pasif dari tekanan lingkungannya,tidak memiliki peranan yang aktif didalam proses pemeranan perilaku verbalnya.Kaum behavioris bukan hanya tidak mengakui peranan aktif si anak dalam proses pemerolehan bahasa,malah juga tidak mengakui kematangan si anak itu .
            Menurut skinner (1969) kaidah gramatikal atau kaidah bahasa adalah perilaku verbal yang memungkinkan perilaku seseorang dapat menjawab atau mengatakan sesuatu .Namun kalau kemungkinan anak dapat berbicara bukanlah karena penguasa kaidah sebab anak tidak dapat mengungkapkan kaidah bahasa,melainkan dibentuk langsung oleh faktor diluar dirinya .






B.Teori  Behaviorisme
Teori pembelajaran menurut hubungan mengajarkan bahwa pembelajaran bergantung pada pengukuhan yang bermaksud bahwa apabila sesuatu perilaku atau gerak balas (respons) selalu menghasilkan ganjaran,bahwa respons atau gerak balas itu akan menjadi  “milik” tetap atau bagian yang tetap dari keseluruhan perilaku seseorang.Sebaliknya,teori  Gestalt mengajarkan bahwa pembelajaran bergantung pada insight( pemahaman wawasan),yaitu persepsi dari hubungan-hubungan antara benda-benda,konsep-konsep,kejadian-kejadian,atau apa saja.Gabungan dari kedua jenis teori  ini telah dimanfaatkan oleh tolman
Dalam melahirkan teori pembelajaran kognitif,termasuk teori behaviorisme purposive dari tolman,teori medan gestalt dari watheimer,dan teori perkembangan kognitif dan piaget.
Teori behaviorisme purposive yang diperkenalkan oleh tolman mengajarkan bahwa apabila suatu rangsangan tertentu menimbulkan respon tertentu,maka akan kita lihat rangsangan itu dalam perspektif yang baru.Umpamanya,pada waktu di SD atau SLTP kita diajarkan untuk selalu berlaku sopan dan menghormati guru.Sebagai akibatnya bila kita berhadapan dengan dosen atau guru besar di perguruan tinggi (berupa rangsangan),maka kita juga akan berlaku sopan,hormat,dan diam mendengarkan kuliahnya atau penjelasannya(berupa respons). Namun,dosen atau guru besar itu mungkin akan marah jika kita bersikap demikian,karena masih dianggapnya sebagai kanak-kanak bukan mahasiswa.Kita dituntut untuk lebih terbuka,lebih banyak berbicara,dan tidak terlalu bersifat formal.Disini kita melihat keadaan dalam perspektif yang baru,dan sebagai akibatnya kognisi kita akan membuat respon yang baru pula.
Selain memusatkan perhatian yang besar terhadap rangsangan dan respon luar,teori behaviorisme purposive juga memasukan konsep kognisi kedalam sistemnya,dan melihat perilaku secara keseluruhan,tidak dari satu bagian kecil tertentu.Maksudnya,setiap perilaku harus dilihat sebagai bagian dari perilaku yang lebih besar yang mempunyai satu tujuan.Oleh karena itu,teori ini lazim  disebut teori lambang –gestalt karena gestalt berarti keseluruhan.Menurut tolman kognisi kita(yang merupakan variable-variabel penengah atau mediasi) selalu bekerja antara rangsangan dan respons.Maka itu,manusia selalu membuat satu peta kognitif pembelajaran,berupa ganjaran-ganjaran yang ditentukan tempatnya;lalu cara lain dicari untuk mendapatkan ganjaran yang sama.Tolman juga menekankan apabila kita ingin memahami perilaku seseorang dengan baik maka terlebih dahulu kita harus memahami tujuan yang ingin dicapai oleh orang tersebut.
Lahirnya teori behaviorisme purposive ini diilhami oleh teori medan gestalt yang pada mulanya diperkenalkan di jerman oleh Wertheimer,kohler,dan kofka.Ketiga pakar psikologi jerman ini menaruh perhatian besar pada peranan persepsi atau pengamatan dalam pembelajaran.
C .Teori medan gestalt dari Wertheimer
Tokoh-tokoh teori medan gestalt adalah sejumlah sarjana jerman yang karena alasan politis pindah ke amerika.
            Kata gestalt berasal dari bahasa jerman yang secara harfiah berarti ” keseluruhan”.Dalam kaitannya dengan teori psikologi disini bahwa di dalam pengamatan,pikiran tidaklah membentuk pengamatan keseluruhan dari bagian-bagian kecil benda yang diamati itu secara keseluruhan barulah kemudian bagian-bagian kecilnya.
Psikologi gestalt ini sebenarnya merupakan salah satu bagian yang penting dari kelompok yang lebih besar yakni kelompok psikologi kognitif.kalau kelompok teori psikologi hubungan stimulus respon,mengkaji unit-unit kecil perilaku atau unit-unit kecil pembelajaran,maka kelompok psikologi kognitif mengkaji keseluruhan perilaku atau keseluruhan pembelajaran sebagai satu keseluruhan dalam peringkat yang lebih abstrak.
Dalam sejaran teori gestalt muncul sebagai reaksi keras terhadap prinsip-prinsip trial and eror yang dilakukan thorndike dan para pengikutnya dalam percobaan-percobaan trial and error ini,thorndike menghilangkan sama sekali prinsip kesadaran dari teori pembelajarannya; dan hal ini dianggap oleh gestalt sebagai suatu kesalahan besar.
            Menurut Wertheimer teori pembelajaran hanya mungkin mempunyai makna jika kesadaran diikutsertakan sebagai satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari persepsi dan pembelajaran.wertheimer mengatakan kita tidak melihat dunia ini sebagai suatu mata rantai tanpa adanya struktur dalaman ;tetapi melihatnya sebagai satu keseluruhan yang bermakna dan kemudian dapat dipisahkan dengan satu analisis struktur buatan.Lalu kofka menambahkan bahwa adanya kesadaran itu pada tiap-tiap persepsi dan pembelajaran hanya dapat dijelaskan oleh siswa itu sendiri yang langsung mengalami pembelajaran itu,dan bukan oleh guru atau orang yang melakukan eksperimen itu.Lebih jauh kofka menerangkan bahwa otak manusia pada waktu dilahirkan belum lengkap secara fisik dan belum matang untuk digunakan.Perkembangan otak itu selanjutnya ditentukan oleh pembelajaran dan proses pematangan.Proses pematangan inilah yang memberikan upaya pada pembelajaran untuk dapat berkembang
            Kohler melakukan eksperimen terhadap seekor simpase bernama sultan.Dalam eksperimen ini kohler menggantungkan satu keranjang berisi pisang dalam sangkar,yang dihubungkan melalui seutas tali melalui cincin besi diatas sungkar.Ujung tali yang satu lagi disangkutkan pada dahan pohon yang juga berada dalam sangkar,agar terlihat oleh sultan bahwa lingkaran tali pada dahan pohon itu dapat dilepaskan dengan mudah.Keranjang pisang dan lingkaran tali pada dahan pohon itu kira-kira tingginya dua meter dari lantai sangkar ,keranjang pisang tidak bisa digapai oleh sultan;tetapi lingkaran tali dapat dicapai dan dilepaskan dengan cara memanjat batang pohon itu,meskipun ikatan tali itu tanpak jelas mudah dilepaskan .Yang dilakukan sultan adalah memanjat pohon itu dan merenggut tali itu dengan kuat sehingga ikatan tali dengan keranjang pisang terlepas dari sangkutannya .Keranjang pisang jatuh ke lantai dan sultan mendapat pisang yang didalamnya.
            Dari eksperimen ini tampak bahwa sultan mengenal hubungan antara tali dan keranjang,yaitu jika tali direnggut,maka keranjang akan jatuh,dan pisang dapat diperolehnya.Apa yang dilakukan sultan bukannlah sesuatu yang bersifat kebetulan seperti yang dikatakan thorndike dengan prinsip trial dan error nya,melainkan karena adanya “insight” dapat dilihat dari eksperiment lain.Seekor simpanse dapat menggunakan tongkat,yang selama ini dapat digunakan sebagai mainan untuk digigit-gigit tiba-tiba dapat digunakannya untuk menjangkau buah-buah yang digantung ditempat yang agak tinggi.
            Namun,teori gestalt tidak menganggap bahwa pemecahan semua masalah berkaitan dengan “insight” dan juga teori ini tidak menjabarkan akan peranan pengalaman .Demikian pula teori ini mengikuti adanya pembelajaran trial and error yang dilakukan dengan kesadaran .




D. Aliraan behaviorisme
1. linguistic di amerika
Salah seorang tokoh linguistic diamerika yaitu bloomfield kurang menyetujui metode intropeksi yang banyak dipakai oleh psikolog eropa.Ia percaya akan realita pikiran,tetapi untuk mempelajari pikiran tidak seharusnya memakai metode intropeksi.Weis lebih ekstrim lagi,tidak mempercaiyai realita pikiran dan menekankan pentingnya tingkah laku.Jadi,weis adalah seorang behavioris seperti Watson,hanya saja Watson tidak tertarik pada bidang bahasa.Weis telah dapat mempengaruhi blomfield untuk mengambil pandangan obyektivisme.
            Pada tahun 1933 blomfield mengarang buku baru yang berjudul “language”meskipun dengan pentingnya penggunaan teori untuk menjelaskan tingkah laku manusia,namun ia tidak dapat menggunakan dasar-dasar psikologi bahasa menurut teori merupakan seorang behaviorist,namun demikian,dengan bukunya ini,ia telah meletakan dasar linguistic sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri tanpa menggunakan konstruk dari ilmu-ilmu lain .sejak blomfield,psikologi dan linguistic menjadi ilmu yang masing-masing berdiri sendiri.
2. psikologi di amerika
Watson,wiss dan C .Norris (murid pierce) adalah tokoh behavioris diamerika yang besar pengaruhnya terhadap C.Hull,seorang pencetus teori mediasi.Perbedaan antara teori S-R yang murni dengan teori mediasi ialah teori mediasi membahas variable perantara yang terjadi antara S  dan R .Behavioris ini mempertanyakan proses mental dan proses berfikir dalam menganalisa tingkah laku manusia,sehingga dalam membahas tingkah laku berbahasa mempersoalkan masalah makna .Menurut teori ini dari suatu kata atau kalimat adalah mediator antara stimulus luar dengan tingkah laku eksternal yang Nampak.Meskipun hubungan antara stimulus dengan respon tidak langsung,itu tidak terjadi begitu saja melainkan diperoleh melalui conditioning seperti halnya proses belajar yang lain.
            Suatu stimulus yang menimbulkan bermacam respon .Contohnya tikus didalam kotak skinner dapat berputar-putar,meloncat,berhenti,menengok ke kiri dan ke kanan dan lain sebagainya,apabila salah satu respon diberi penguat maka kemungkinan terjadi reaksi yang sama akan meningkat .Misalnya tikus menginjak pengumpil tidak sengaja dan terbukalah kotak sehingga ia memperolehh makanan atau penguat .Dengan cara demikian tikus tidak belajar bereaksi terhadap stimulus tertentu


BAB III
PENUTUP
Pengaruh pandangan behavioristic mempelajari mengenai bahwa proses penekanan bahasa pertama dikendalikan diluar diri si anak,yaitu oleh rangsangan yang diberikan melalui lingkungan . istilah bahasa dari kaum behavioris dianggap kurang tepat karena adanya istilah bahasa tersebut













Daftar  pustaka
Abdul chaer.  Psikolinguistik kajian teoritik.Jakarta.pt rineka cipta 2009
Prof.dr.sumsunuwiyati . psikolinguistik. Bandung .pt refika aditama2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar