MAKALAH
PENGARUH PANDANGAN
BEHAVIORISTIK
Dosen
: Haerudin,M.pd
Disusun
oleh : Rini
Kelas
: A2
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015-2016
Daftar isi
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan karunia
terbesar-Nya, atas selesainya penyusunan makalah teori belajar bahasa yang
membahas “pengaruh pandangan
behavioristik ” sebagai salah satu perangkat kelengkapan Tugas.
Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengajar atas arahan dan bimbingannya sehingga
terselesainya tugas makalah ini. Dalam makalah ini menjabarkan beberapa
pembahasanyang diambil dari referensi.
Apabila ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini kami
ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu besar harapan penyusun atas pelbagai
saran dan kritikan yang menunjang agar makalah ini lebih baik lagi.
BAB I
PENDAHULUAN
Teori behaviorisme purposive yang diperkenalkan oleh tolman mengajarkan bahwa
apabila suatu rangsangan tertentu menimbulkan respon tertentu,maka akan kita
lihat rangsangan itu dalam perspektif yang baru.Umpamanya,pada waktu di SD atau
SLTP kita diajarkan untuk selalu berlaku sopan dan menghormati guru.Sebagai
akibatnya bila kita berhadapan dengan dosen atau guru besar di perguruan tinggi
(berupa rangsangan),maka kita juga akan berlaku sopan,hormat,dan diam
mendengarkan kuliahnya atau penjelasannya(berupa respons). Namun,dosen atau
guru besar itu mungkin akan marah jika kita bersikap demikian,karena masih
dianggapnya sebagai kanak-kanak bukan mahasiswa.Kita dituntut untuk lebih
terbuka,lebih banyak berbicara,dan tidak terlalu bersifat formal.Disini kita
melihat keadaan dalam perspektif yang baru,dan sebagai akibatnya kognisi kita
akan membuat respon yang baru pula.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. bagaimana
cara anak dalam pemerolehan bahasa?
2.proses
apa saja yang dilakukan dalam pemerolehan bahasa?
C. TUJUAN
Tujuannya agar membuat peserta didik cepat dalam merspon
pelajaran apa saja yang telah disampaikan oleh seorang guru
BABII
Pembahasan
A. Pandangan Behaviorisme
Kaum behaviorisme menekankan bahwa proses pemerolehan bahasa pertama
dikendalikan dari luar diri si anak,yaitu oleh rangsangan yang diberikan dari
luar diri si anak,dan melalui lingkungan .Istilah bahasa dari kaum behaviorisme
dianggap kurang tepat karena istilah bahasa itu menyiratkan suatu wujud,suatu
yang dimiliki atau digunakan,dan bukan suatu yang dilakukan.Padahal bahasa itu
merupakan salah satu perilaku,diantara perilaku-perilaku manusia lainnya.Oleh
karena itu,mereka lebih suka menggunakan istilah perilaku verbal agar tanpak
lebih mirip dengan perilaku lain yang harus dipelajari.
Menurut kaum behavioris
kemampuan berbicara dan memahami bahasa oleh anak diperoleh melalui rangsangan
dan lingkungannya .Anak dianggap sebagai penerima pasif dari tekanan
lingkungannya,tidak memiliki peranan yang aktif didalam proses pemeranan
perilaku verbalnya.Kaum behavioris bukan hanya tidak mengakui peranan aktif si
anak dalam proses pemerolehan bahasa,malah juga tidak mengakui kematangan si
anak itu .
Menurut skinner (1969)
kaidah gramatikal atau kaidah bahasa adalah perilaku verbal yang memungkinkan
perilaku seseorang dapat menjawab atau mengatakan sesuatu .Namun kalau
kemungkinan anak dapat berbicara bukanlah karena penguasa kaidah sebab anak
tidak dapat mengungkapkan kaidah bahasa,melainkan dibentuk langsung oleh faktor
diluar dirinya .
B.Teori Behaviorisme
Teori pembelajaran menurut hubungan mengajarkan bahwa pembelajaran
bergantung pada pengukuhan yang bermaksud bahwa apabila sesuatu perilaku atau
gerak balas (respons) selalu menghasilkan ganjaran,bahwa respons atau gerak
balas itu akan menjadi “milik” tetap
atau bagian yang tetap dari keseluruhan perilaku
seseorang.Sebaliknya,teori Gestalt
mengajarkan bahwa pembelajaran bergantung pada insight( pemahaman
wawasan),yaitu persepsi dari hubungan-hubungan antara benda-benda,konsep-konsep,kejadian-kejadian,atau
apa saja.Gabungan dari kedua jenis teori
ini telah dimanfaatkan oleh tolman
Dalam melahirkan teori
pembelajaran kognitif,termasuk teori behaviorisme purposive dari tolman,teori
medan gestalt dari watheimer,dan teori perkembangan kognitif dan piaget.
Teori behaviorisme
purposive yang diperkenalkan oleh tolman mengajarkan bahwa apabila suatu
rangsangan tertentu menimbulkan respon tertentu,maka akan kita lihat rangsangan
itu dalam perspektif yang baru.Umpamanya,pada waktu di SD atau SLTP kita
diajarkan untuk selalu berlaku sopan dan menghormati guru.Sebagai akibatnya
bila kita berhadapan dengan dosen atau guru besar di perguruan tinggi (berupa
rangsangan),maka kita juga akan berlaku sopan,hormat,dan diam mendengarkan
kuliahnya atau penjelasannya(berupa respons). Namun,dosen atau guru besar itu
mungkin akan marah jika kita bersikap demikian,karena masih dianggapnya sebagai
kanak-kanak bukan mahasiswa.Kita dituntut untuk lebih terbuka,lebih banyak
berbicara,dan tidak terlalu bersifat formal.Disini kita melihat keadaan dalam
perspektif yang baru,dan sebagai akibatnya kognisi kita akan membuat respon
yang baru pula.
Selain memusatkan
perhatian yang besar terhadap rangsangan dan respon luar,teori behaviorisme
purposive juga memasukan konsep kognisi kedalam sistemnya,dan melihat perilaku
secara keseluruhan,tidak dari satu bagian kecil tertentu.Maksudnya,setiap
perilaku harus dilihat sebagai bagian dari perilaku yang lebih besar yang
mempunyai satu tujuan.Oleh karena itu,teori ini lazim disebut teori lambang –gestalt karena gestalt
berarti keseluruhan.Menurut tolman kognisi kita(yang merupakan
variable-variabel penengah atau mediasi) selalu bekerja antara rangsangan dan
respons.Maka itu,manusia selalu membuat satu peta kognitif pembelajaran,berupa
ganjaran-ganjaran yang ditentukan tempatnya;lalu cara lain dicari untuk
mendapatkan ganjaran yang sama.Tolman juga menekankan apabila kita ingin
memahami perilaku seseorang dengan baik maka terlebih dahulu kita harus
memahami tujuan yang ingin dicapai oleh orang tersebut.
Lahirnya teori
behaviorisme purposive ini diilhami oleh teori medan gestalt yang pada mulanya
diperkenalkan di jerman oleh Wertheimer,kohler,dan kofka.Ketiga pakar psikologi
jerman ini menaruh perhatian besar pada peranan persepsi atau pengamatan dalam
pembelajaran.
C .Teori medan gestalt
dari Wertheimer
Tokoh-tokoh teori medan
gestalt adalah sejumlah sarjana jerman yang karena alasan politis pindah ke
amerika.
Kata gestalt berasal dari bahasa jerman yang secara
harfiah berarti ” keseluruhan”.Dalam kaitannya dengan teori psikologi disini
bahwa di dalam pengamatan,pikiran tidaklah membentuk pengamatan keseluruhan
dari bagian-bagian kecil benda yang diamati itu secara keseluruhan barulah
kemudian bagian-bagian kecilnya.
Psikologi gestalt ini
sebenarnya merupakan salah satu bagian yang penting dari kelompok yang lebih
besar yakni kelompok psikologi kognitif.kalau kelompok teori psikologi hubungan
stimulus respon,mengkaji unit-unit kecil perilaku atau unit-unit kecil
pembelajaran,maka kelompok psikologi kognitif mengkaji keseluruhan perilaku
atau keseluruhan pembelajaran sebagai satu keseluruhan dalam peringkat yang
lebih abstrak.
Dalam sejaran teori
gestalt muncul sebagai reaksi keras terhadap prinsip-prinsip trial and eror
yang dilakukan thorndike dan para pengikutnya dalam percobaan-percobaan trial
and error ini,thorndike menghilangkan sama sekali prinsip kesadaran dari teori
pembelajarannya; dan hal ini dianggap oleh gestalt sebagai suatu kesalahan
besar.
Menurut Wertheimer teori pembelajaran hanya mungkin mempunyai
makna jika kesadaran diikutsertakan sebagai satu unsur yang tidak dapat
dipisahkan dari persepsi dan pembelajaran.wertheimer mengatakan kita tidak
melihat dunia ini sebagai suatu mata rantai tanpa adanya struktur dalaman
;tetapi melihatnya sebagai satu keseluruhan yang bermakna dan kemudian dapat
dipisahkan dengan satu analisis struktur buatan.Lalu kofka menambahkan bahwa
adanya kesadaran itu pada tiap-tiap persepsi dan pembelajaran hanya dapat
dijelaskan oleh siswa itu sendiri yang langsung mengalami pembelajaran itu,dan
bukan oleh guru atau orang yang melakukan eksperimen itu.Lebih jauh kofka
menerangkan bahwa otak manusia pada waktu dilahirkan belum lengkap secara fisik
dan belum matang untuk digunakan.Perkembangan otak itu selanjutnya ditentukan oleh
pembelajaran dan proses pematangan.Proses pematangan inilah yang memberikan
upaya pada pembelajaran untuk dapat berkembang
Kohler melakukan eksperimen terhadap seekor simpase
bernama sultan.Dalam eksperimen ini kohler menggantungkan satu keranjang berisi
pisang dalam sangkar,yang dihubungkan melalui seutas tali melalui cincin besi
diatas sungkar.Ujung tali yang satu lagi disangkutkan pada dahan pohon yang
juga berada dalam sangkar,agar terlihat oleh sultan bahwa lingkaran tali pada
dahan pohon itu dapat dilepaskan dengan mudah.Keranjang pisang dan lingkaran
tali pada dahan pohon itu kira-kira tingginya dua meter dari lantai sangkar
,keranjang pisang tidak bisa digapai oleh sultan;tetapi lingkaran tali dapat
dicapai dan dilepaskan dengan cara memanjat batang pohon itu,meskipun ikatan
tali itu tanpak jelas mudah dilepaskan .Yang dilakukan sultan adalah memanjat
pohon itu dan merenggut tali itu dengan kuat sehingga ikatan tali dengan
keranjang pisang terlepas dari sangkutannya .Keranjang pisang jatuh ke lantai
dan sultan mendapat pisang yang didalamnya.
Dari eksperimen ini tampak bahwa sultan mengenal hubungan
antara tali dan keranjang,yaitu jika tali direnggut,maka keranjang akan
jatuh,dan pisang dapat diperolehnya.Apa yang dilakukan sultan bukannlah sesuatu
yang bersifat kebetulan seperti yang dikatakan thorndike dengan prinsip trial
dan error nya,melainkan karena adanya “insight” dapat dilihat dari eksperiment
lain.Seekor simpanse dapat menggunakan tongkat,yang selama ini dapat digunakan
sebagai mainan untuk digigit-gigit tiba-tiba dapat digunakannya untuk
menjangkau buah-buah yang digantung ditempat yang agak tinggi.
Namun,teori gestalt tidak menganggap bahwa pemecahan
semua masalah berkaitan dengan “insight” dan juga teori ini tidak menjabarkan
akan peranan pengalaman .Demikian pula teori ini mengikuti adanya pembelajaran
trial and error yang dilakukan dengan kesadaran .
D. Aliraan behaviorisme
1. linguistic di
amerika
Salah seorang tokoh
linguistic diamerika yaitu bloomfield kurang menyetujui metode intropeksi yang
banyak dipakai oleh psikolog eropa.Ia percaya akan realita pikiran,tetapi untuk
mempelajari pikiran tidak seharusnya memakai metode intropeksi.Weis lebih
ekstrim lagi,tidak mempercaiyai realita pikiran dan menekankan pentingnya
tingkah laku.Jadi,weis adalah seorang behavioris seperti Watson,hanya saja
Watson tidak tertarik pada bidang bahasa.Weis telah dapat mempengaruhi
blomfield untuk mengambil pandangan obyektivisme.
Pada tahun 1933 blomfield mengarang buku baru yang
berjudul “language”meskipun dengan pentingnya penggunaan teori untuk
menjelaskan tingkah laku manusia,namun ia tidak dapat menggunakan dasar-dasar
psikologi bahasa menurut teori merupakan seorang behaviorist,namun
demikian,dengan bukunya ini,ia telah meletakan dasar linguistic sebagai suatu
ilmu yang berdiri sendiri tanpa menggunakan konstruk dari ilmu-ilmu lain .sejak
blomfield,psikologi dan linguistic menjadi ilmu yang masing-masing berdiri
sendiri.
2. psikologi di amerika
Watson,wiss dan C
.Norris (murid pierce) adalah tokoh behavioris diamerika yang besar pengaruhnya
terhadap C.Hull,seorang pencetus teori mediasi.Perbedaan antara teori S-R yang
murni dengan teori mediasi ialah teori mediasi membahas variable perantara yang
terjadi antara S dan R .Behavioris ini
mempertanyakan proses mental dan proses berfikir dalam menganalisa tingkah laku
manusia,sehingga dalam membahas tingkah laku berbahasa mempersoalkan masalah
makna .Menurut teori ini dari suatu kata atau kalimat adalah mediator antara
stimulus luar dengan tingkah laku eksternal yang Nampak.Meskipun hubungan
antara stimulus dengan respon tidak langsung,itu tidak terjadi begitu saja
melainkan diperoleh melalui conditioning seperti halnya proses belajar yang
lain.
Suatu stimulus yang menimbulkan bermacam respon .Contohnya
tikus didalam kotak skinner dapat berputar-putar,meloncat,berhenti,menengok ke
kiri dan ke kanan dan lain sebagainya,apabila salah satu respon diberi penguat maka
kemungkinan terjadi reaksi yang sama akan meningkat .Misalnya tikus menginjak
pengumpil tidak sengaja dan terbukalah kotak sehingga ia memperolehh makanan
atau penguat .Dengan cara demikian tikus tidak belajar bereaksi terhadap
stimulus tertentu
BAB
III
PENUTUP
Pengaruh pandangan
behavioristic mempelajari mengenai bahwa proses penekanan bahasa pertama
dikendalikan diluar diri si anak,yaitu oleh rangsangan yang diberikan melalui
lingkungan . istilah bahasa dari kaum behavioris dianggap kurang tepat karena
adanya istilah bahasa tersebut
Daftar pustaka
Abdul chaer. Psikolinguistik kajian teoritik.Jakarta.pt
rineka cipta 2009
Prof.dr.sumsunuwiyati .
psikolinguistik. Bandung .pt refika aditama2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar