Selasa, 22 Desember 2015



TEORI BELAJAR BAHASA
“pembelajaran yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik”
                              

Nama                   :        Fidiyawati
NPM           :        1388201022
Kelas          :        A.2
Dosen         :        Haerudin , M.Pd

Prodi PendidikanBahasadanSastra Indonesia
FakultasKeguruandanIlmuPendidikan
UniversitasMuhammadiyahTangerang
TahunAkademik 2013/2014


KATA PENGANTAR

 

              



AssalamualaikumWr.Wb.
Alhamdulillah Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan karunia terbesar-Nya atas selesainya penyusunan makalah kajian puisi,  serta sholawat dan salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “pembelajaran yang mengawali perkembanagan psikologi behavioristik” Universitas Muhammadiyah Tangerang tahun pelajaran 2014/2015”.dengan baik. Makalah  ini dibuat dan disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Tugas Pragmatik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT)  
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya membangun akan menyempurnakan penulisan makalah ini serta bermanfaat bagi penulis, pembaca, dan bagi peneliti selanjutnya.
Terima kasih.

WassalamualaikumWr.Wb.

Tangerang, 23 desember  2015

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Psikologi Behaviorisme adalah salah satu ilmu psikologi yang mempelajari tentang tingkah laku seseorang. Dengan mempelajari Psikologi Behaviorisme ini kita dapat mengetahui tentang hal tersebut. Sistem Psikologi Behaviorisme ini merupakan transisi dari sistem sebelumnya.Psikologi behaviorismememaknai psikologi sebagai studi tentang perilaku dan sistem ini mendapat dukungan kuat dalam perkembangannya di abad 20 Amerika Serikat.
             
Alasan kita mempelajari tentang Psikologi Behaviorisme adalah agar kita mengetahui mengenai makna dari psikologi dan behavioristik itu sendiri. Kita juga akan  menjadi tahu hal-hal yang mungkin belum kita ketahui dalam Psikolgi Behaviorisme tersebut, karena dengan kita mempelajarinya bertambahlah wawasan kita mengenai ilmu Psikologi Behaviorisme itu.Selain itu kita dapat mengetahui pendapat-pendapat mengenai Psikologi Behaviorisme ini dari para tokoh-tokoh, juga akan dibahas mengenai terapi tingkah laku (behavioristik), aplikasi Teori Behavioristik terhadap pembelajaran siswa, dan lain-lain.
Dalam Psikologi behaviorisme ini kita akan mengetahui apa saja yang terdapat di dalamnya. Ruang lingkup yang akan dibahas pada makalah ini adalah kita dapat mengetahui pendapat-pendapat mengenai Psikologi Behaviorisme ini dari para tokoh-tokoh, juga akan dibahas mengenai terapi tingkah laku (behavioristik), aplikasi Teori Behavioristik terhadap pembelajaran siswa, dan lain-lain. Dengan mempelajari semua itu kita akan menambah wawasan kita mengenai Psikologi Behaviorisme.

B.   Tujuan                                                   
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
·        Untuk mengetahui makna dari Psikologi Behaviorisme
·        Untuk mengetahui tokoh-tokoh yang mengemukakan tentang Psikologi Behaviorisme
·        Untuk mengetahui terapi tingkah laku (behavioristik)
·        Untuk mengetahui aplikasi teori Behaviorisme terhadap pembelajaran siswa

C.   Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah :
1.     Apa yang dimaksud dengan Psikologi Behaviorisme?
2.     Uraikan sejarah Psikologi Behaviorisme!
3.     Sebutkan teori-teori belajar yang mengemukakan tentang Psikologi Behaviorisme!
4.     Bagaimana cara terapi tingkah laku (behavioristik)?
5.     Bagaimana mengaplikasikan teori behaviorisme terhadap pembelajaran siswa?













BAB II
PEMBAHASAN

A.Tinjauan teoretis tentang belajar
Teori belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Dengan berkembanganya psikologi dalam pendidikan, maka berbareng dengan itu bermunculan pula berbagai teori tentang belajikatakan, bahwa denagn tumbuhnya pengetahuan tentang belajar. Justru dapat dikatakan, bahwa dengan pendidikan menjadi berkembang secara pesat. Di dalam masa berkembangan psikologi pendidikan di jaman mutakhir ini mucullah secara beruntun bebrapa aliran psikologi pendisikan, masing-masing yaitu:
-         Psikologi behavioristik;
-         Psikologi kongnitif, dan
-         Psikologi humanistik

Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun, dari periode ke ikutnya. periode berikutnya. Dalam setiap priode perkembangan aliran psikologi tersebut bermuculan teori-teori tentang belajar. Bertolak dari kenyataan itu, maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok teori belajar, masing-masing yaitu:
a.     Teori-teori dari psikologi behavioristik
b.     Teori-teori dari psikologi kognitif
c.      Teori-teori dari psikologi humaristik

Masing-masing kelompok teori belajar tersebut akan diuraikan secara garis besar pada bahasa berikut.



B.    Teori-Teori belajar psikologi behavioristik

Beberapa teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakan oleh para psikologi behavioristik. Mereka ini sering disebut “contemporary behaviorists” atau juga disebut “s-r psychologist”. Mereka berpendapat, bahwa tingkah laku manusia itu kendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi dengan stimulasinya.
Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat, bahwa tingkahlaku murud-murid meupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu belajar. Kita dapat menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang penguatan (reinforcement) terdapat tingkah laku tersebut.

·        Teori-Teori yang mengawali perkembangan psikologi behaviostik

Psikologi aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori-teori tentang belajar yang dipelopori oleh thomdke, paviov, wabon, dan ghuthrie. Mereka masig-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar.
Pala mualanya pendidikan dan pembelajaran di amerika serikat didominasi oleh pengaruh dari thomdike (1874-1949). Teori belajar thomdike disebut “connectionsm”, karena belajar merupakan proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini sering pula disebut “trial-and error learning”. Individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial-and-error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi stimulus tertentu.
Thomdike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku berbagai binatang antara lain kucing, tingkah laku anak-anak dan orang dewasa.
Objek penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan objek melalukan berbagai pada aktivitas untuk merenspon situasi.
a.     Skinner’s operant conditioning

Seperti halnya thomdike, skinner menganggap “reward” atau “reinforcement” sebagai faktor terpenting dalam proses belajar. Skinner berpendapat, bahwa tujuan psikologi adalah meramal dan mengontrol tingkah laku.
Skinner membagi dua jenis respon dalam proses belajar, (yakni:
1)    Respondents                  : respon yang terjadi karena stimuli khusus
                                        Pavlov
2)    Operants               : respon yang terjadi karena situasi random


Perbedaan penting antara pavlov’s classical conditioning dan skinner’s operant conditioning ialah dalam classical conditionin, akibat-akibat suatu tingkah laku itu. Reinforcement tidak diperlukan karena stimulinya menimbulkan respons yang diinginkan.
operant conditioning, suatu situasi belajr di mana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung.
Dalam percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar, di gunakan suatu “discriminative stimulus” (tanda untuk memperkuat respons). Misalnya tombol, lampu, pemidah makanan. Di samping itu, digunakan pula suatu “reinforcement stimulus, berupa makanan”.
dalam pengajaran, operants conditioning menjamin respon-respon terhadap stimuli. Apabila murid tidak menunjukkan reaksi-reaksi terhadap stimuli, guru tak mungkin dapat membimbing tingkah lakunya ke arah tujuan behavior. Guru berperanan penting di dalam kelas untuk mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang telah dirumuskan.
Jenis-jenis stimuli
1.     Positive reinforcement             :   penyajian stimuli yang meningkatkan probabilitas   suatu respons.
2.     Negative reinforcement            : pembatasan stimuli yang tidak menyenangkan, yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respons.
3.     Hukuman                                 : pemberian stimulus yang tidak menyenangkan missalnya “contradiction or reprimand”. Bentuk hukuman lain berupa penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing a plesants or reinforcing stimulus).
4.     Primary reinforcement             : stuinfmuli pemenuhan kebutuhan- kebutuhan fisiologis
5.     Secondary or learned reinforcement
6.     Modifikasi tingkh laku guru    : perlakuan guru terhadap murid-mrid berdasarkan minat dan kesenangan mereka.

·        Penjadwalan reinforcement
Jadwal reinforcement meruraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon  diperbuat? Ada empat cara penjadwalan reinforcemet:
1.     “rixed-ration schedule”            ; yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran, yang mana pemberi reinforcement baru memberikan penguatan respons setelah terjadi jumlah tertentu dari repons setelah tertentu dari respon.
2.     “veriabel ratio schedule”                    ; yang didasarkan atas penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah sejumlah rata-rata respon.
3.     “fixed-interval schedule”                   ; yang didasarkan atas satuan waktu tetap di antara “reinforcements”
4.     “variable interval schedule”     ; pemberian reinforcement menurut renspon  betul yang pertama setelah terjadi kesalahan-kesalahan respon.



C.    Teori-teori belajar psiologi konitif

Ada beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelunya mengenai belajar sebagai proses hubungan stimulus-response-reinforcement. Mereka perpendapat, bahwa tingkah laku seorang tidak hanya dikontrol oleh reward dan reinforcement. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitifis. Menurut pendapat mmperolehereka, tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan para kognisi, yaitu akan mengenal atau memirkan situasi di mana tingkah laku terjadi. Dalam situasi itu dan memperoleh

·        Teori belajar cognitive developmental dari piagnet
Dalam teorinya, piaget memandang bahwa proses berpikiran sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menunju abstrak.
Piaget adalah seorang psikologi developmental karena penelitiannya mengenai tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan beljar individu. Dia adalah salah seorng psikolog suatu teori komperhensif tentang prkembangan intelegensi atau proses berpikir. Menurut piaget pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemampuan mental baru yang sebelumnya tidak ada. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif, melaikan kualitatif. Apabila ahli biologi menekankan penjelaskan tentang petumbuhan struktul yang memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri dengan lingkungan, maka piaget tekanan penyelidikannya lain. Piaget menyelidiki masalah yang sama dari segi penyesuaian/adaptasi manusia serta meneliti perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur intelektual berbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan.

Piaget memakai istilah schema interchangeably, piaget memakai istilah htingkah laku yang dapat diulang. Scheme berhubungan dengan;
-         Refleks-refleks pembawa         ; misalnya bernapas, makan, minum.
-         Schema mental; misalnya schema of classification, schema of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap), dan scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati).

Menurut piaget, inteligensi itu sendiri terdiri dari tiga aspek, yaitu:
(a)   Struktur; disebut juga scheme seperti yang dikemukakan di atas
(b)  Isi; disebut juga content, yaitu pola tingkah laku spesifik terkala individu menghadapi sesuatu masalah
(c)   Fungsi; disebut jugafunctio, yang berhubungan dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual.














D.    Teori-teori belajar dan psikologi humanistic
a.     Oriantasi
     Perhatian psikologi humanistic yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman  mereka sendiri. Menurut para pendidik aliran humanistic penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dengan perhatian siswa.
     Tujuan utama para pendidik ialah membatu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri sendiri. (hamachek, 1977,p.148).

b.     Awal timbulnya psikologi humanistik
           Pada akhir tahun 1940-an memuncullah suatu perspektif psiologi baru. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan psikologilah yang berjasa dalam perkembanagan ini, misalnya ahli-ahli psikologi klinik, perkrja-perkerja social dan konseler, bukan merupakan hasil penelitian dalam bidang proses belajar. Gerekan ini berkembang, dan kemudian dikenal sebagai psikologi humanistik, eksestensial, perceptual, atau fenomenologikan. Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku (behaver). Bukan dari pengamat (observer).
        





DAFTAR PUSTAKA
1.     Anastasi, Anne, differentlal psychology. New York: Mac Millan 1958
2.     Barr john, The elememtary Teacher and Guidance. New York :Henry Holt & Co. 1958
3.     Battle, Ja &Shannon Robbert L, Gagasan baru dalam pendidikan ( Terjemahan oleh : sans S. Hutabarat ) Jakarta mutiara 1982.














                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar