TEORI
BELAJAR BAHASA
“pembelajaran yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik”
“pembelajaran yang mengawali perkembangan psikologi behavioristik”
Nama : Fidiyawati
NPM : 1388201022
Kelas : A.2
Dosen : Haerudin
, M.Pd
Prodi
PendidikanBahasadanSastra Indonesia
FakultasKeguruandanIlmuPendidikan
UniversitasMuhammadiyahTangerang
TahunAkademik
2013/2014
KATA
PENGANTAR
AssalamualaikumWr.Wb.
Alhamdulillah Segala puji bagi Allah SWT yang
telah melimpahkan karunia terbesar-Nya atas selesainya penyusunan makalah
kajian puisi, serta sholawat dan salam
kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “pembelajaran yang mengawali perkembanagan
psikologi behavioristik” Universitas Muhammadiyah Tangerang tahun pelajaran
2014/2015”.dengan baik. Makalah
ini dibuat dan disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk
menyelesaikan Tugas Pragmatik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah
Tangerang (UMT)
Penulis menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
segala kritik dan saran yang sifatnya membangun akan menyempurnakan penulisan
makalah ini serta bermanfaat bagi penulis, pembaca, dan bagi peneliti
selanjutnya.
Terima kasih.
WassalamualaikumWr.Wb.
Tangerang,
23 desember 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Psikologi
Behaviorisme adalah salah satu ilmu psikologi yang mempelajari tentang tingkah
laku seseorang. Dengan mempelajari Psikologi Behaviorisme ini kita dapat
mengetahui tentang hal tersebut. Sistem Psikologi
Behaviorisme ini merupakan transisi dari sistem sebelumnya.Psikologi
behaviorismememaknai psikologi sebagai studi tentang perilaku dan sistem ini
mendapat dukungan kuat dalam perkembangannya di abad 20 Amerika Serikat.
Alasan
kita mempelajari tentang Psikologi Behaviorisme adalah agar kita mengetahui
mengenai makna dari psikologi dan behavioristik itu sendiri. Kita juga
akan menjadi tahu hal-hal yang mungkin belum kita ketahui dalam Psikolgi
Behaviorisme tersebut, karena dengan kita mempelajarinya bertambahlah wawasan
kita mengenai ilmu Psikologi Behaviorisme itu.Selain itu kita dapat mengetahui
pendapat-pendapat mengenai Psikologi Behaviorisme ini dari para tokoh-tokoh,
juga akan dibahas mengenai terapi tingkah laku (behavioristik), aplikasi Teori Behavioristik terhadap
pembelajaran siswa, dan lain-lain.
Dalam Psikologi behaviorisme ini kita akan
mengetahui apa saja yang terdapat di dalamnya. Ruang lingkup yang akan dibahas
pada makalah ini adalah kita
dapat mengetahui pendapat-pendapat mengenai Psikologi Behaviorisme ini dari
para tokoh-tokoh, juga akan dibahas mengenai terapi tingkah laku
(behavioristik), aplikasi Teori
Behavioristik terhadap pembelajaran siswa, dan lain-lain. Dengan mempelajari
semua itu kita akan menambah wawasan kita mengenai Psikologi Behaviorisme.
B.
Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah
ini adalah :
·
Untuk
mengetahui makna dari Psikologi Behaviorisme
·
Untuk
mengetahui tokoh-tokoh yang mengemukakan tentang Psikologi Behaviorisme
·
Untuk
mengetahui terapi tingkah laku (behavioristik)
·
Untuk
mengetahui aplikasi teori Behaviorisme terhadap pembelajaran siswa
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari
penulisan makalah ini adalah :
1.
Apa
yang dimaksud dengan Psikologi Behaviorisme?
2.
Uraikan
sejarah Psikologi Behaviorisme!
3.
Sebutkan
teori-teori belajar yang mengemukakan tentang Psikologi Behaviorisme!
4.
Bagaimana
cara terapi tingkah laku (behavioristik)?
5.
Bagaimana
mengaplikasikan teori behaviorisme terhadap pembelajaran siswa?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.Tinjauan
teoretis tentang belajar
Teori
belajar selalu bertolak dari sudut pandangan psikologi belajar tertentu. Dengan
berkembanganya psikologi dalam pendidikan, maka berbareng dengan itu
bermunculan pula berbagai teori tentang belajikatakan, bahwa denagn tumbuhnya
pengetahuan tentang belajar. Justru dapat dikatakan, bahwa dengan pendidikan
menjadi berkembang secara pesat. Di dalam masa berkembangan psikologi
pendidikan di jaman mutakhir ini mucullah secara beruntun bebrapa aliran
psikologi pendisikan, masing-masing yaitu:
-
Psikologi behavioristik;
-
Psikologi kongnitif, dan
-
Psikologi humanistik
Ketiga aliran psikologi
pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun, dari periode ke
ikutnya. periode berikutnya. Dalam setiap priode perkembangan aliran psikologi
tersebut bermuculan teori-teori tentang belajar. Bertolak dari kenyataan itu,
maka berbagai teori belajar yang ada dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok
teori belajar, masing-masing yaitu:
a.
Teori-teori dari psikologi behavioristik
b.
Teori-teori dari psikologi kognitif
c.
Teori-teori dari psikologi humaristik
Masing-masing
kelompok teori belajar tersebut akan diuraikan secara garis besar pada bahasa
berikut.
B.
Teori-Teori
belajar psikologi behavioristik
Beberapa
teori belajar dari psikologi behavioristik dikemukakan oleh para psikologi
behavioristik. Mereka ini sering disebut “contemporary
behaviorists” atau juga disebut “s-r
psychologist”. Mereka berpendapat, bahwa tingkah laku manusia itu
kendalikan oleh ganjaran (reward)
atau penguatan (reinforcement) dari
lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang
erat antara reaksi-reaksi dengan stimulasinya.
Guru-guru
yang menganut pandangan ini berpendapat, bahwa tingkahlaku murud-murid meupakan
reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu belajar. Kita dapat
menganalisis kejadian tingkah laku dengan jalan mempelajari latar belakang
penguatan (reinforcement) terdapat
tingkah laku tersebut.
·
Teori-Teori
yang mengawali perkembangan psikologi behaviostik
Psikologi
aliran behavioristik mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori-teori
tentang belajar yang dipelopori oleh thomdke, paviov, wabon, dan ghuthrie.
Mereka masig-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan
penemuan-penemuan yang berharga mengenai hal belajar.
Pala
mualanya pendidikan dan pembelajaran di amerika serikat didominasi oleh
pengaruh dari thomdike (1874-1949). Teori belajar thomdike disebut “connectionsm”, karena belajar merupakan
proses pembentukan koneksi-koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini sering
pula disebut “trial-and error learning”.
Individu yang belajar melakukan kegiatan melalui proses “trial-and-error” dalam rangka memilih respon yang tepat bagi
stimulus tertentu.
Thomdike
mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya terhadap tingkah laku
berbagai binatang antara lain kucing, tingkah laku anak-anak dan orang dewasa.
Objek
penelitian dihadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan
objek melalukan berbagai pada aktivitas untuk merenspon situasi.
a.
Skinner’s
operant conditioning
Seperti
halnya thomdike, skinner menganggap “reward”
atau “reinforcement” sebagai faktor
terpenting dalam proses belajar. Skinner berpendapat, bahwa tujuan psikologi
adalah meramal dan mengontrol tingkah laku.
Skinner
membagi dua jenis respon dalam proses belajar, (yakni:
1)
Respondents : respon yang terjadi karena stimuli khusus
Pavlov
2)
Operants : respon yang terjadi karena
situasi random
Perbedaan
penting antara pavlov’s classical
conditioning dan skinner’s operant
conditioning ialah dalam classical conditionin,
akibat-akibat suatu tingkah laku itu. Reinforcement
tidak diperlukan karena stimulinya menimbulkan respons yang diinginkan.
operant conditioning, suatu
situasi belajr di mana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung.
Dalam
percobaannya terhadap tikus-tikus dalam sangkar, di gunakan suatu “discriminative stimulus” (tanda untuk
memperkuat respons). Misalnya tombol, lampu, pemidah makanan. Di samping itu,
digunakan pula suatu “reinforcement
stimulus, berupa makanan”.
dalam
pengajaran, operants conditioning
menjamin respon-respon terhadap stimuli. Apabila murid tidak menunjukkan
reaksi-reaksi terhadap stimuli, guru tak mungkin dapat membimbing tingkah
lakunya ke arah tujuan behavior. Guru berperanan penting di dalam kelas untuk
mengontrol dan mengarahkan kegiatan belajar ke arah tercapainya tujuan yang
telah dirumuskan.
Jenis-jenis
stimuli
1. Positive
reinforcement : penyajian stimuli yang meningkatkan
probabilitas suatu respons.
2.
Negative reinforcement : pembatasan stimuli yang tidak
menyenangkan, yang jika dihentikan akan mengakibatkan probabilitas respons.
3.
Hukuman : pemberian stimulus yang tidak
menyenangkan missalnya “contradiction or reprimand”. Bentuk hukuman lain berupa
penangguhan stimulus yang menyenangkan (removing a plesants or reinforcing
stimulus).
4.
Primary reinforcement : stuinfmuli pemenuhan kebutuhan- kebutuhan
fisiologis
5. Secondary
or learned reinforcement
6.
Modifikasi tingkh laku guru : perlakuan guru terhadap murid-mrid
berdasarkan minat dan kesenangan mereka.
·
Penjadwalan reinforcement
Jadwal reinforcement
meruraikan tentang kapan dan bagaimana suatu respon diperbuat? Ada empat cara penjadwalan
reinforcemet:
1.
“rixed-ration schedule” ;
yang didasarkan pada penyajian bahan pelajaran, yang mana pemberi reinforcement
baru memberikan penguatan respons setelah terjadi jumlah tertentu dari repons
setelah tertentu dari respon.
2.
“veriabel ratio schedule” ;
yang didasarkan atas penyajian bahan pelajaran dengan penguat setelah sejumlah
rata-rata respon.
3.
“fixed-interval schedule” ; yang didasarkan atas satuan
waktu tetap di antara “reinforcements”
4.
“variable interval schedule” ; pemberian reinforcement menurut
renspon betul yang pertama setelah
terjadi kesalahan-kesalahan respon.
C.
Teori-teori
belajar psiologi konitif
Ada
beberapa ahli yang belum merasa puas terhadap penemuan-penemuan para ahli sebelunya
mengenai belajar sebagai proses hubungan stimulus-response-reinforcement.
Mereka perpendapat, bahwa tingkah laku seorang tidak hanya dikontrol oleh
reward dan reinforcement. Mereka ini adalah para ahli jiwa aliran kognitifis.
Menurut pendapat mmperolehereka, tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan
para kognisi, yaitu akan mengenal atau memirkan situasi di mana tingkah laku
terjadi. Dalam situasi itu dan memperoleh
·
Teori
belajar cognitive developmental dari piagnet
Dalam
teorinya, piaget memandang bahwa proses berpikiran sebagai aktivitas gradual
dari fungsi intelektual dari konkret menunju abstrak.
Piaget
adalah seorang psikologi developmental karena penelitiannya mengenai
tahap-tahap perkembangan pribadi serta perubahan umur yang mempengaruhi
kemampuan beljar individu. Dia adalah salah seorng psikolog suatu teori
komperhensif tentang prkembangan intelegensi atau proses berpikir. Menurut
piaget pertumbuhan kapasitas mental memberikan kemampuan-kemampuan mental baru
yang sebelumnya tidak ada. Pertumbuhan intelektual adalah tidak kuantitatif,
melaikan kualitatif. Apabila ahli biologi menekankan penjelaskan tentang
petumbuhan struktul yang memungkinkan individu mengalami penyesuaian diri
dengan lingkungan, maka piaget tekanan penyelidikannya lain. Piaget menyelidiki
masalah yang sama dari segi penyesuaian/adaptasi manusia serta meneliti
perkembangan intelektual atau kognisi berdasarkan dalil bahwa struktur
intelektual berbentuk di dalam individu akibat interaksinya dengan lingkungan.
Piaget
memakai istilah schema interchangeably, piaget memakai istilah htingkah laku
yang dapat diulang. Scheme berhubungan dengan;
-
Refleks-refleks pembawa ; misalnya bernapas, makan, minum.
-
Schema mental; misalnya schema of
classification, schema of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati
seperti sikap), dan scheme of operation (pola tingkah laku yang dapat diamati).
Menurut
piaget, inteligensi itu sendiri terdiri dari tiga aspek, yaitu:
(a) Struktur; disebut juga scheme seperti yang
dikemukakan di atas
(b) Isi; disebut juga content, yaitu pola tingkah
laku spesifik terkala individu menghadapi sesuatu masalah
(c) Fungsi; disebut jugafunctio, yang berhubungan
dengan cara seseorang mencapai kemajuan intelektual.
D.
Teori-teori
belajar dan psikologi humanistic
a. Oriantasi
Perhatian psikologi humanistic yang
terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan
dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada
pengalaman-pengalaman mereka sendiri.
Menurut para pendidik aliran humanistic penyusunan dan penyajian materi
pelajaran harus sesuai dengan perasaan dengan perhatian siswa.
Tujuan utama para pendidik ialah membatu
si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu
untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya
dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri sendiri. (hamachek,
1977,p.148).
b. Awal
timbulnya psikologi humanistik
Pada akhir tahun 1940-an memuncullah
suatu perspektif psiologi baru. Orang-orang yang terlibat dalam penerapan
psikologilah yang berjasa dalam perkembanagan ini, misalnya ahli-ahli psikologi
klinik, perkrja-perkerja social dan konseler, bukan merupakan hasil penelitian
dalam bidang proses belajar. Gerekan ini berkembang, dan kemudian dikenal
sebagai psikologi humanistik, eksestensial, perceptual, atau fenomenologikan.
Psikologi ini berusaha untuk memahami perilaku seseorang dari sudut si pelaku
(behaver). Bukan dari pengamat (observer).
DAFTAR PUSTAKA
1. Anastasi,
Anne, differentlal psychology. New York: Mac Millan 1958
2. Barr
john, The elememtary Teacher and Guidance. New York :Henry Holt & Co. 1958
3. Battle,
Ja &Shannon Robbert L, Gagasan baru dalam pendidikan ( Terjemahan oleh :
sans S. Hutabarat ) Jakarta mutiara 1982.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar