Teori Belajar Kognitif Dengan Menggunakan
pendekatan Inkuiri
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas individu dari mata kuliah
Teori Belajar Bahasa
Dosen Mata Kuliah: Haerudin, M.Pd
DISUSUN OLEH:
Nama: Eni Fatmawati
Kelas/ Semester : A.82/ 5
NPM: 1388201055
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan taufiq serta hidayah-Nya kepada kita, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Makalah Mata Kuliah Teori belajar bahasa tanpa halangan suatu
apapun.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh sempurna,
sebab kemampuan penulis dalam menulis masih rendah dan pengetahuan penulis
masih terbatas. Oleh sebab itu, untuk dapat membuat makalah yang lebih baik
dimasa-masa mendatang penulis senantiasa menerima dengan tangan terbuka segala
kritik dan saran dari semua pihak.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga Allah SWT
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada mereka yang telah berjasa kepada
penulis dalam menyusun makalah ini. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima
kasih.
Tangerang, 19 Desember 2015
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI
........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ............................................................................... 1
C.
Tujuan Makalah
...................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Teori belajar bahasa
........................................................... 3
B.
Arti penting dari
perkembangan kognitif bagi proses belajar siswa .... 4
C.
penerapan
teori kognitif dalam kegitan pembelajaran ......................... 6
D.
Pengertian
Inkuiri ................................................................................. 8
E.
Karakteristik
Pembelajaran Inkuiri ...................................................... 8
F.
Korelasi
Kognitif Dengan Inkuiri
........................................................10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ........................................................................................
11
B.
Saran ...................................................................................................
12
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Teori belajar kognitif adalah Teori belajar kognitif lebih
mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Dalam pandangan para
ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tak dapat diukur dan
diterangkan tanpa melibatkan proses mental, seperti motivasi, kesengajaan,
keyakinan dan sebgainnya.
Pendekatan inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan belajar
yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan
menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga siswa dapat merumuskan
sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Karena
inkuiri didasari oleh teori belajar kognitif yang menekankan arti penting
proses internal seseorang. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri selain
berorientasi pada hasil belajar, juga dapat berorientasi pada proses belajar.
Maka dalam teori belajar kognitif dapat di gunakan dengan pendekatan inkuiri.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
yang dimkasud dengan teori belajar kognitif?
2.
Apa
arti penting dari perkembangan kognitif bagi proses belajar siswa?
3.
Bagaimana
penerapan teori kognitif dalam kegitan pembelajaran?
4.
Apa yang
dimaksud inkuiri?
5.
Bagaimana
Karakteristik Pembelajaran Inkuiri?
6.
Bagaimana
Korelasi Kognitif Dengan Inkuiri?
C.
Tujuan
Makalah
1.
Untuk
memahami teori belajar kognitif.
2.
Untuk
memahami arti penting dari perkembangan kognitif bagi proses belajar siswa.
3.
Untuk
memahami teori kognitif dalam kegitan pembelajaran.
4.
Untuk
memahami inkuiri.
5.
Untuk
memahami Karakteristik Pembelajaran Inkuiri.
6.
Untuk
memahami Korelasi Kognitif Dengan Inkuiri.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Teori Belajar Kognitif
Istilah “ cognitive” berasal dari kata cognition (kognisi)
ialah perolehan, pentaan, dan penggunaan pengetahuan. Teori psikologi kognitif
adalah bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi konstribusi
yang sangat berarti dalam perkembangan pendidikan. Teori belajar kognitif lebih
mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Dalam pandangan para
ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tak dapat diukur dan
diterangkan tanpa melibatkan proses mental, seperti motivasi, kesengajaan,
keyakinan dan sebgainnya.
Para penganut aliran kognitif mengatakan bahwa belajar tidak
sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Tidak seperti model
belajar behavioristik yang mempelajari proses belajar hanya sebagai hubungan
stimulus- respon, model belajar kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar
yang sering disebut sebagai model perseptual. Model belajar kognitif mengatakan
bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya
tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Belajar merupakan
perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai
tingkah laku yang nampak
Teori kognif juga menakankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi
saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut. Memisah-misahkan atau
membagi-bagi situasi atau materi pelajaran menjadi komponen- komponen yang
kecil-kecil dan mempelajarinya secara terpisah-pisah, akan kehilangan makna.
Teori ini berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang
mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek
kejiwaan lainnya. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berpikir
yang sangat kompleks. Proses belajar terjadi antara lain mencakup pengaturan
stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah
dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan
pengalaman- pengalaman sebelumnya.
Prinsip
umum teori Belajar Kognitif, antara lain:
1.
Lebih mementingkan proses belajar
dari pada hasil
2.
Di sebut model perseptual
3.
Tingkah laku seseorang ditentukan
oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan
belajarnya
4.
Belajar merupakan perubahan
persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku
yang nampak.
5.
Memisah-misahkan atau membagi-bagi
situasi atau materi pelajaran menjadi komponen-komponen yang kecil-kecil
dan memperlajarinya secara terpisah-pisah, akan kehilangan makna.
6.
Belajar merupakan suatu proses
internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan
aspek-aspek kejiwaan lainnya.
7.
Belajar merupakan aktivitas
yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks.
8.
Dalam kegiatan pembelajaran
keterlibatan siswa aktif amat dipentingkan
9.
Materi pelajaran disusun
dengan pola dari sederhana ke kompleks.
10. Perbedaan individu siswa perlu diperhatikan, karena sangat mempengaruhi
keberhasilan siswa belajar
B.
Arti
Penting Perkembangan Kognitif Bagi Proses Belajar Siswa
Program pengajaran di sekolah yang baik adalah yang mampu
memberikan dukungan besar kepada para siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan
mereka. Sehubungan dengan ini, setiap guru sekolah selayaknya memahami seluruh
proses dan tugas perkembangan manusia, khususnya yang berkaitan dengan masa
prayuwana dan yuwana, yakni anak-anak dan remaja yang duduk di sekolah-sekolah
dasar dan menengah. Proses perkembangan dengan segala aspeknya itu sangat
banyak manfaatnya, antara lain:
1.
Guru
dapat memberikan layanan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada para siswa,
relevan dengan tingkat perkembangannya
2.
Guru
dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar siswa
tertentu, lalu segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangglanginnya
3.
Guru
dapat mempertimbangakan waktu yang tepat untuk memulai aktivitas proses belajar
mengajar bidang studi tertentu
4.
Guru
dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pengajaran standar kompetensi (SK)
dan kompetensi dasar (KD) untuk materi atau pokok bahasan yang akan disajikan.
Barangkali,
salah satu kesulitan pokok yang dialami para guru dalam semua jenjang
pendidikan adalah menghayati makna yang dalam mengenai hubungan perkembangan
khususnya ranah kognitif dengan proses belajar mengajar yang menjadi tanggung
jawabnya. Upaya pengembangan fungsi
ranah kognitif akan berdampak positif bukan hanya terhadap ranah kognitif
sendiri, melainkan juga terhadap ranah afektif dan psikomtor seperti yang akan
penyusun uraikan lebih lanjut
A.
Mengembangkan
kecakapan kognitif
Tugas guru dalam hal ini ialah menggunakan pendekatan mengajar yang
memungkinkan para siswa menggunakan strategi belajar yang berorientasi pada
pemahaman yang mendalam terhadap isi materi pelajaran: seiring dengan upaya ini
guru juga diharapkan mampu menjauhkan para siswa dari strategi dan pereferensi
akal yang hanya mengarah ke aspirasi asal naik atau lulus.
Selanjutnya, guru juga dituntut untuk mengembangkan kecakapan
kognitif para siswa dalam memecahkan masalah dengan menggunakan pengetahuan yang
dimilikinya dan keyakinan-keyakinan terhadap pesan-pesan moral atau nilai yang
tergandung dan menyatu dalam pengetahuannya.
B.
Mengembangkan
kecakapan afektif
Keberhasilan pengembangkan ranah kognitif tidak hanya akan
membuahkan kecakapan kognitif tetapi juga menhasilkan kecakapan ranah afektif.
Dalam hal ini, pemahaman yang mendalam terhadap arti penting materi pelajaran
yang disajikan guru serta preferensi kognitif yang mementingkan aplikasi
prinsip- prinsip tadi akan meningkatkan kecakapan ranah afektif para siswa.
C.
Mengembangkan
kecakapan psikomotor
Keberhasilan pengembangkan ranah kognitif juga akan berdampak
positif terhadap perkembangan ranah psikomotor. Kecakapan psikomotor ialah
segala amal jasmaniah yang konkret dan mudah diamati, baik kuantitasnya maupun
kualitasnya, karena sifatnya yang terbuka. Namun, kecakapan psikomotor tidak
terlepas dari kecakapan afetif. Jadi, kecakapan psikomotor siswa merupakan
manifestasi wawasan pengetahuan dan kesadaran serta sikap mentalnya.
Dari uraian diatas, dapat ditarik simpulan bahwa upaya guru dalam
mengembangkan keterampilan ranah kognitif para siswanya merupakan hal yang
sangat penting jika guru tersebut menginginkan siswanya aktif mengembangkan
sendiri keterampilan ranah-ranah psikologis.
C.
Penerapan
teori kognitif dalam kegitan pembelajaran
Hakekat belajar menurut teori kognitif dijelaskan sebagai suatu
aktifitas belajar yang berkaitan dengan penataan informasi, reorganisasi
perseptual, dan proses internal. Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori
belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan
pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi
mekanistik sebagaimana dilakukan dalam pendekatan behavioristik. Kebebasan dan
keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar
belajar lebih bermakna bagi siswa. Sedangkan kegiatan pembelajarannya mengikuti
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.
Siswa
bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya. Mereka mengalami
perkembangan kognitif melalui tahap-tahap tertentu.
2.
Anak
usia pra sekolah dan awal sekolah dasar akan dapat belajar dengan baik,
terutama jika menggunakan benda-benda kongkrit.
3.
Keterlibatan
siswa secara aktif dalam belajar amat dipentingkan, karena dengan hanya
mengaktifkan siswa maka proses asimilasi dan akomodasi pengetahuan dan
pengalaman dapat terjadi dengan baik.
4.
Untuk
menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengalaman
atau informasi baru dengan setruktur kognitif yang telah dimiliki si belajar.
5.
Pemahaman
dan retensi akan meningkat jika materi pelajaran disusun dengan menggunakan
pola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks.
6.
Belajar
memahami akan lebih bermaknsa daripada belajar menghafal. Agar bermakna,
informasi baru harus disesuaikan dandihubungkan dengan pengetahuan yang
telahdimiliki siswa. Tugas guru adalah menunjukkan hubungan antara apa yang
sedang dipelajari dengan apa yang telah diketahui siswa.
7.
Adanya
perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini
sangat mempengaruhi keberhasilan belajra siswa. Perbedaan tersebut misalnya
pada motivasi, persepsi, kemampuan berpikir, pengetahuan awal, dan sebagainya.
Ketiga tokoh aliran kognitif di atas secara umum memiliki pandangan
yang sama yaitu mementingkan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar.
D.
Pengertian
Inkuiri
Istilah inkuiri berasal dari Bahasa Inggris, yaitu
inquiry yang berarti pertanyaan atau penyelidikan. Pembelajaran inkuiri adalah
suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,
analitis, sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh
percaya diri. Teori yang mendasari model pembelajaran ini:
1.
Secara alami manusia mempunyai
kecenderungan untuk selalu mencari tahu akan segala sesuatu yang menarik
perhatiannya;
2.
Mereka akan menyadari keingintahuan
akan segala sesuatu tersebut dan akan belajar untuk menganalisis strategi
berpikirnya tersebut;
3.
Strategi baru dapat diajarkan secara
langsung dan ditambahkan atau digabungkan dengan strategi lama yang telah
dimiliki siswa;
E.
Karakteristik Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inkuiri mempunyai tiga
karakteristik, yaitu:
1.
Pembelajaran inkuiri menekankan
kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya
pembelajaran ini menempatkan siswa sebagai subyek belajar. Dalam proses
pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan
guru secara verbal, tetapi mereka berperan menemukan sendiri inti dari materi
pelajaran itu sendiri.
2.
Seluruh aktivitas yang dilakukan
siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari sesuatu yang
dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self
belief). Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab
antara guru dan siswa. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam menggunakan teknik
bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri. .
3.
Tujuan dari penggunaan strategi
inkuiri dalam pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara
sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai
bagian dari proses mental.
Dengan
demikian, dalam inkuiri siswa tak hanya dituntut untuk menguasai materi
pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang
dimilikinya.
F.
Korelasi Kognitif Dengan Inkuiri
Telah
disebutkan sebelumnya bahwa tujuan utama pembelajaran inkuiri adalah
mengembangkan kemampuan berpikir, karena inkuiri didasari oleh teori kognitif
yang menekankan arti penting proses internal seseorang. Dengan demikian,
pembelajaran inkuiri selain berorientasi pada hasil belajar, juga berorientasi
pada proses belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dalam pembelajaran
inkuiri bukan ditentukan oleh penguasaan siswa terhadap suatu materi pelajaran,
tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. Pada
inkuiri ini yang dinilai adalah proses menemukan sendiri hal baru dan proses
adaptasi yang berkesinambungan secara tepat dan serasi antara hal baru dengan
struktur kognitif yang telah dimiliki siswa.
Selama pembelajaran inkuiri, guru dapat mengajukan
suatu pertanyaan atau mendorong siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan mereka
sendiri, yang dapat bersifat open-ended, memberi peluang siswa untuk
mengarahkan penyelidikan mereka sendiri dan menemukan jawaban-jawaban yang
mungkin dari mereka sendiri, dan mengantar pada lebih banyak pertanyaan lain.
Oleh karena itu peran yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran inkuiri
adalah sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan
pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir.
Model mengajar inkuiri merupakan salah satu model
kognitif yang diunggulkan untuk pembelajaran di sekolah. inkuiri sebagai suatu proses penyelidikan masalah, formulasi
hipotesis, merencanakan eksperimen, mengumpulkan data dan membuat kesimpulan.
Jadi dalam pembelajaran berbasis inkuiri, siswa terlibat secara mental dan secara
fisik untuk memecahkan masalah yang diberikan guru.
Dengan strategi inkuiri, menemukan sendiri dan
pemecahan masalah, maka perhatian guru lebih meningkat pada apa yang ada di
balik pemahaman literal (harfiah) siswa dari apa yang telah diajarkan. Selain
itu, dapat meningkatkan pengalaman dan kepercayaan diri siswa guru dapat
mengajukan pertanyaan yang memerlukan pemikiran lebih jauh seperti menafsirkan,
menganalisis, atau menggunakan (application)
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
1.
Teori
belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya.
Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak tak dapat
diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental, seperti motivasi,
kesengajaan, keyakinan dan sebgainnya.
2.
Arti
Penting pengembangan kognitif siswa ialah untuk: 1) Mengembangkan kecakapan
kognitif, 2) mengembangkan kecakapan afektif, 3) mengembangkan kecakapan
psikomotor.
3.
Kegiatan pembelajaran yang berpijak pada teori
belajar kognitif ini sudah banyak digunakan. Dalam merumuskan tujuan
pembelajaran, mengembangkan strategi dan tujuan pembelajaran, tidak lagi
mekanistik sebagaimana dilakukan dalam pendekatan behavioristik. Kebebasan dan
keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar amat diperhitungkan, agar
belajar lebih bermakna bagi siswa.
4.
Pembelajaran inkuiri adalah suatu
rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan
siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis,
sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
5.
Karekteritik pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran,
akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.
6.
inkuiri didasari oleh teori kognitif
yang menekankan arti penting proses internal seseorang. Dengan demikian,
pembelajaran inkuiri selain berorientasi pada hasil belajar, juga berorientasi
pada proses belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dalam pembelajaran
inkuiri bukan ditentukan oleh penguasaan siswa terhadap suatu materi pelajaran,
tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.
B.
Saran
Seharusnya ketika guru mengajar sebaiknya guru memahami terlebih
dahulu mengenai pendekatan inkuiri karena pembelajaran
inkuiri siswa tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran,
akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar