Selasa, 22 Desember 2015



MAKALAH
PENGARUH  DAN  TUJUAN  KOGNITIF
                                                          
Dosen : Haerudin,M.pd
Disusun oleh : Rina                   
Kelas :  A2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015-2016








KATA PENGANTAR


            Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan karunia terbesar-Nya, atas selesainya penyusunan makalah teori belajar bahasa yang membahas “pengaruh dan tujuan kognitif” sebagai salah satu perangkat kelengkapan Tugas.
            Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengajar atas arahan dan bimbingannya sehingga terselesainya tugas makalah ini. Dalam makalah ini menjabarkan beberapa pembahasan\yang diambil dari referensi.
            Apabila ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu besar harapan penyusun atas pelbagai saran dan kritikan yang menunjang agar makalah ini lebih baik lagi.














BAB I
PENDAHULUAN
Ada  beberapa teori  pembelajaran yang  bertumpu  pada  teori  hubungan  stimulus-respon. Berikut ini  akan  dikemukakan  beberapa  teori  pembelajaran  dalam  psikologi  yang  bertumpu  pada  teori  kognitif. Teori-teori  kognitif  ini  pada  awal  kelahirannya  dimulai  dengan  penggabungan  teori  S-R  dan  teori  gestalt  yang  dilakukan  oleh  tolman  dan  kawan-kawan.beberapa  ahli  psikologi  dan  ahli  pendidikan  berpendapat  bahwa  konsep-konsep  tentang belajar  yang  dikenal,ternyata  tidak  satupun yang  mempersoalkan proses-proses  kognitif  yang  terjadi  selama  belajar.


A. Rumusan  masalah
a. apa  itu  teori  kognitif?
b.apa  tujuan  kognitif  dalam  pembelajaran ?

B. TUJUAN
Tujuannya  yaitu  untuk  memperoleh  konsep-konsep  ,pada  sifat  dari  konsep-konsep,dan  bagaimana  konsep  itu  disajikan  dalam  struktur  konituf.









BAB  II
PEMBAHASAN
A. Teori-teori  kognitif
        Pada  subbab  1  dimuka  telah  dikemukakan  beberapa  teori  pembelajaran  dalam  psikologi  yang  bertumpu  pada  teori  hubungan  stimulus-respon. Berikut  ini  akan  dikemukakan  beberapa  teori  pembelajaran  dalam  psikologi  yang  bertumpu  pada  teori  kognitif. Teori-teori  kognitif  ini  pada  awalnya  kelahirannya   dimulai  dari  penggabungan  teori  S-R  dan  teori  gestalt . disini  yang  dimaksud  dengan  teori  kognitif  adalah  pengkajian  bagaimana  caranya  persepsi  mempengaruhi  prilaku  dan  bagaimana  cara  pengalaman  mempengaruhi  perseps. Dengan  kata  lain,teori  kognitif mencoba  mengkaji  proses-proses akal  atau  mental  yang  berlaku  pada  proses  pe,belajaran  berlangsung.

B. teori  medan  gestalt  dari  Wertheimer
           Kata  gestalt  berasal  dari  bahasa  jerman,yang  secara  harfiah  berarti  “keseluruhan” .dalam  kaitannya  dengan  teori  psikologi  disini  bahwa  dalam  pengamatan, pikiran  tidaklah  membentuk  pengamatan keseluruhan  dari  bagian-bagian  kecil  benda  yang  di  amati  itu,melainkan  terlebih  dahulu  melihat  benda  itu  secara  keseluruhan  barulah  kemudian  bagian-bagian  kecilnya.
          Psikologi gestalt  ini  sebenarnya  merupakan  salah  satu  bagian  yang  penting  dari  kelompok  yang lebih  besar.  Yakni  kelompok  psikologi  kognitif.
          Dalam sejarah  teori  gestalt,muncul  sebagai  reaksi  keras  terhadap  prinsip-prinsip  trial  and  error. Yang  dilakukan  thorndike  dan  para  pengikutnya.dalam  percobaan-percobaan  trial and error  ini  thorndike  menghilangkan  sama sekali  prinsip  kesadaran dari  teori  pembelajarannya.dan  ini  di anggap  oleh  gestalt  suatu kesalahan  yang  besar.
          Menurut  Wertheimer  teori  pembelajaran  hanya  mungkin  mempunyai  makna,jika  kesadaran  diikutsertakan  sebagai  satu  unsur  yang  tidak  dapat  dipisahkan  dari  persepsi  dan  pembelajaran.
          Jadi, rangka  persepsi  teori  gestalt  ditentukan  oleh  proses  perkembangan  yang  khas  hanya  dimiliki  oleh  manusia. Oleh  karena  itu, penghilangan  unsur  kesadaran  dalam  pembelajaran  tidak  dapat  diterima  sama sekali  oleh  teori  ini.

C. teori  perkembangan  kognitif  dari  piaget
          Sinclair –de-zwart (1969)  menyatakan  bahwa  sebenarnya  piaget  belum  pernah  memperkenalkan  secara  eksplisit  suatu  teori  pemerolehan  ( akuisisi) dan  pembelajaran  bahasa.  Teori  pembelajaran  yang  digariskannya  dilakukan  berdasarkan  teori  perkembangan  kognitif  atau  perkembangan  intelek yang  dikembangkannya  (piaget,1969).
          Untuk  memperkenalkan  teori  perkembangan  kognitif,piaget  terlebih  dahulu  menjelaskan  apa  yang  dimaksud  dengan  kecerdasan.  Menurut  piaget  kecerdasan  adalah satu  bentuk  keseimbangan  atau  penyeimbangan  ke  arah  mana  semua  fungsi  kognitif  bergerak.penyeimbangan  ini  tidak  berlaku  secara  tepat  dan  otomatis  seperti  yg  dirumuskan  oleh  teori  gestalt,melainkan  merupakan  suatu imbuhan  untuk  satu  gangguan  luar  .
          Suatu  operasi  kecerdasan  merupakan  tindakan-tindakan  yang  juga  bisa  menjadi  satu  tindakan  - balik . setiap  operasi  selalu  berkaitan  dengan  operasi-operasi  lain,dan  merupakan suatu  bagian  dari  satu  struktur  keseluruhan  yang  lebih  lengkap, oleh  karena  itu,  kecerdasan  ini  juga  bisa  didefinisikan  berdasarkan  kordinasi.
          Piaget  berpendapat  bahwa  pemerolehan  bahasa  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  perkembangan  kognitif  secara  keseluruhan. Dan  khususnya  sebagai  bagian  dari  kerangka  fungsi  simbolik. Dengan  kata  lain,bagi  piaget  bahasa  merupakan  hasil  dari  perkembangan  intelek  secara  keseluruhan  dan  sebagai  lanjutan  pola-pola  prilaku  yang  sederhana. Perkembangan  kosakata  yang  sangat  pesat  dialami  anak-anak  ketika  berumur  diantara  satu  setengah  sampai  dua  tahun.
D. teori  genetic  kognitif  dari  Chomsky
          Sama  halnya  dengan  piaget,Chomsky  juga  tidak  pernah  memperkenalkan , teori  pemerolehan  dan  pembelajaran  bahasa  secara  khusus.namun, karena  teori  linguistik  yang  diperkenalkannya  dan  juga  artikel  ulasannya  mengenai  buku  skinner.
          Chomsky  (1959)  dengan  keras  menentang  teori  pembiasaan  operan  dalam  pemerolehan  bahasa  yang  dikemukakan  skinner. Menurut Chomsky  tidaklah  ada  gunanya  sama  sekali  untuk  menjelaskan  proses  pemerolehan  bahasa  tanpa  mengetahui  dengan  baik  apa  sebenarnya  bahasa sebagai  benda  yang  sedang  diperoleh  itu.
          Teori  genetik  kognitif  ini  didasarkan  pada  satu  hipotesis  yang  disebut  hipotesis  nurani  .  hipotesis  ini  mengatakan  bahwa  otak  manusia  dipersiapkan  secara  genetik  untuk  berbahasa. Untuk  itu  otak  manusia  telah  dilengkapi  dengan  struktur  bahasa  universal  dan  apa  yang  disebut  language  acquisition  device . dalam  proses  pemerolehan  bahasa  (LAD)  ini  menerima  ucapan-ucapan dan  data-data  lain  berkaitan  melalui  panca  indera  sebagai  masukan  dan rumus-runus  linguistik  berdasarkan  masukan  itu  yang  kemudian  dinuranikan  sebagai  keluaran. Chomsky  berpendapat  tidak  mungkin  seorang  kanak-kanak  mampu  menguasai  bahasa  ibunya  dengan  begitu  mudah  yaitu  tanpa  di ajar  dan  begitu  cepat  dengan  masukan  yang  sedikit.
          Dalam  proses  pemerolehan  bahasa, tugas  kanak-kanak  dengan  alat  yang  dimilikinya   yaitu  (LAD)  adalah  menentukan  bahasa  masyarakat  manakah  masukan  kalimat-kalimat  yang  didengarnya  itu  akan  dimasukan. Tata  bahasa  itu  terus-menerus  disempurnakan  berdasarkan  masukan  yang  semakin  banyak,dan  sesuai  dengan  proses  pematangan  otaknya.
          Untuk  lebih  memperkuat  teorinya  Chomsky  mengajukan  hal-hal  berikut.
1. proses-proses  pemerolehan  bahasa  pada  semua  kanak-kanak  boleh  dikatakan  sama.
2.proses  pemerolehan  bahasa  tidak  ada  kaitannya  dengan  kecerdasan. Maksudnya, anak  yang  I-Q  nya  rendah  juga  memperoleh  bahasa  pada  waktu  dan  cara  yang  hampir  sama
3. proses  pemerolehan  bahasa  juga  tidak  dipengaruhi  oleh  motivasi  dan  emosi  anak-anak.
4. tata  bahasa  yang  dihasilkan  oleh  semua   anak-anak  boleh  dikatakan  sama.






PENUTUP
Teori  kognitif  mempelajari  bahwa  pengkajian  bagaimana  caranya  persepsi  mempengaruhi  perilaku  dan  bagaimana  caranya  pengalaman  mempengaruhi  persepsi. Dengan  kata  lain, teori  kognitif  mencoba  mengkaji  proses-proses  akal  atau  mental  yang  berlaku  pada  waktu  proses  pembelajaran  berlangsung.










Daftar  pustaka
Abdul chaer.  Psikolinguistik kajian teoritik.Jakarta.pt rineka cipta 2009
Prof.dr.sumsunuwiyati . psikolinguistik. Bandung .pt refika aditama2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar