MAKALAH
PENGARUH DAN
TUJUAN KOGNITIF
Dosen
: Haerudin,M.pd
Disusun
oleh : Rina
Kelas
: A2
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015-2016
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan karunia
terbesar-Nya, atas selesainya penyusunan makalah teori belajar bahasa yang
membahas “pengaruh dan tujuan kognitif” sebagai
salah satu perangkat kelengkapan Tugas.
Kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pengajar atas arahan dan bimbingannya sehingga
terselesainya tugas makalah ini. Dalam makalah ini menjabarkan beberapa
pembahasan\yang diambil dari
referensi.
Apabila ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini kami
ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu besar harapan penyusun atas pelbagai
saran dan kritikan yang menunjang agar makalah ini lebih baik lagi.
BAB I
PENDAHULUAN
Ada beberapa
teori pembelajaran yang bertumpu
pada teori hubungan
stimulus-respon. Berikut ini
akan dikemukakan beberapa
teori pembelajaran dalam
psikologi yang bertumpu
pada teori kognitif. Teori-teori kognitif
ini pada awal
kelahirannya dimulai dengan
penggabungan teori S-R
dan teori gestalt
yang dilakukan oleh
tolman dan kawan-kawan.beberapa ahli
psikologi dan ahli
pendidikan berpendapat bahwa
konsep-konsep tentang
belajar yang dikenal,ternyata tidak
satupun yang mempersoalkan
proses-proses kognitif yang
terjadi selama belajar.
A.
Rumusan masalah
a. apa itu
teori kognitif?
b.apa tujuan
kognitif dalam pembelajaran ?
B.
TUJUAN
Tujuannya yaitu untuk
memperoleh konsep-konsep ,pada
sifat dari konsep-konsep,dan bagaimana
konsep itu disajikan
dalam struktur konituf.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Teori-teori kognitif
Pada
subbab 1 dimuka
telah dikemukakan beberapa
teori pembelajaran dalam
psikologi yang bertumpu
pada teori hubungan
stimulus-respon. Berikut ini akan
dikemukakan beberapa teori
pembelajaran dalam psikologi
yang bertumpu pada
teori kognitif. Teori-teori kognitif
ini pada awalnya
kelahirannya dimulai dari
penggabungan teori S-R
dan teori gestalt . disini yang
dimaksud dengan teori
kognitif adalah pengkajian
bagaimana caranya persepsi
mempengaruhi prilaku dan
bagaimana cara pengalaman
mempengaruhi perseps. Dengan kata
lain,teori kognitif mencoba mengkaji
proses-proses akal atau mental
yang berlaku pada
proses pe,belajaran berlangsung.
B. teori medan gestalt
dari Wertheimer
Kata
gestalt berasal dari
bahasa jerman,yang secara
harfiah berarti “keseluruhan” .dalam kaitannya
dengan teori psikologi
disini bahwa dalam
pengamatan, pikiran tidaklah membentuk
pengamatan keseluruhan dari bagian-bagian
kecil benda yang
di amati itu,melainkan
terlebih dahulu melihat
benda itu secara
keseluruhan barulah kemudian
bagian-bagian kecilnya.
Psikologi
gestalt ini sebenarnya
merupakan salah satu
bagian yang penting
dari kelompok yang lebih
besar. Yakni kelompok
psikologi kognitif.
Dalam
sejarah teori gestalt,muncul sebagai
reaksi keras terhadap
prinsip-prinsip trial and
error. Yang dilakukan thorndike
dan para pengikutnya.dalam percobaan-percobaan trial and error ini
thorndike menghilangkan sama sekali
prinsip kesadaran dari teori
pembelajarannya.dan ini di anggap
oleh gestalt suatu kesalahan yang
besar.
Menurut Wertheimer
teori pembelajaran hanya
mungkin mempunyai makna,jika
kesadaran diikutsertakan sebagai
satu unsur yang
tidak dapat dipisahkan
dari persepsi dan
pembelajaran.
Jadi,
rangka persepsi teori
gestalt ditentukan oleh
proses perkembangan yang
khas hanya dimiliki
oleh manusia. Oleh karena
itu, penghilangan unsur kesadaran
dalam pembelajaran tidak
dapat diterima sama sekali
oleh teori ini.
C. teori
perkembangan kognitif dari
piaget
Sinclair –de-zwart (1969) menyatakan
bahwa sebenarnya piaget
belum pernah memperkenalkan secara
eksplisit suatu teori
pemerolehan ( akuisisi) dan pembelajaran
bahasa. Teori pembelajaran
yang digariskannya dilakukan
berdasarkan teori perkembangan
kognitif atau perkembangan
intelek yang dikembangkannya (piaget,1969).
Untuk memperkenalkan teori
perkembangan kognitif,piaget terlebih
dahulu menjelaskan apa
yang dimaksud dengan
kecerdasan. Menurut piaget
kecerdasan adalah satu bentuk
keseimbangan atau penyeimbangan
ke arah mana
semua fungsi kognitif
bergerak.penyeimbangan ini tidak
berlaku secara tepat
dan otomatis seperti
yg dirumuskan oleh
teori gestalt,melainkan merupakan
suatu imbuhan untuk satu
gangguan luar .
Suatu operasi
kecerdasan merupakan tindakan-tindakan yang
juga bisa menjadi
satu tindakan - balik . setiap operasi
selalu berkaitan dengan
operasi-operasi lain,dan merupakan suatu bagian
dari satu struktur
keseluruhan yang lebih
lengkap, oleh karena itu,
kecerdasan ini juga
bisa didefinisikan berdasarkan
kordinasi.
Piaget berpendapat
bahwa pemerolehan bahasa
merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari
perkembangan kognitif secara
keseluruhan. Dan khususnya sebagai
bagian dari kerangka
fungsi simbolik. Dengan kata
lain,bagi piaget bahasa
merupakan hasil dari
perkembangan intelek secara
keseluruhan dan sebagai
lanjutan pola-pola prilaku
yang sederhana. Perkembangan kosakata
yang sangat pesat
dialami anak-anak ketika
berumur diantara satu
setengah sampai dua
tahun.
D. teori genetic kognitif
dari Chomsky
Sama halnya
dengan piaget,Chomsky juga
tidak pernah memperkenalkan , teori pemerolehan
dan pembelajaran bahasa
secara khusus.namun, karena teori
linguistik yang diperkenalkannya dan
juga artikel ulasannya
mengenai buku skinner.
Chomsky (1959)
dengan keras menentang
teori pembiasaan operan
dalam pemerolehan bahasa
yang dikemukakan skinner. Menurut Chomsky tidaklah
ada gunanya sama
sekali untuk menjelaskan
proses pemerolehan bahasa
tanpa mengetahui dengan
baik apa sebenarnya
bahasa sebagai benda yang
sedang diperoleh itu.
Teori genetik
kognitif ini didasarkan
pada satu hipotesis
yang disebut hipotesis
nurani . hipotesis
ini mengatakan bahwa
otak manusia dipersiapkan
secara genetik untuk
berbahasa. Untuk itu otak
manusia telah dilengkapi
dengan struktur bahasa
universal dan apa
yang disebut language
acquisition device . dalam proses
pemerolehan bahasa (LAD)
ini menerima ucapan-ucapan dan data-data
lain berkaitan melalui
panca indera sebagai
masukan dan rumus-runus linguistik
berdasarkan masukan itu
yang kemudian dinuranikan
sebagai keluaran. Chomsky berpendapat
tidak mungkin seorang
kanak-kanak mampu menguasai
bahasa ibunya dengan
begitu mudah yaitu
tanpa di ajar dan
begitu cepat dengan
masukan yang sedikit.
Dalam proses
pemerolehan bahasa, tugas kanak-kanak
dengan alat yang
dimilikinya yaitu (LAD)
adalah menentukan bahasa
masyarakat manakah masukan
kalimat-kalimat yang didengarnya
itu akan dimasukan. Tata bahasa
itu terus-menerus disempurnakan
berdasarkan masukan yang
semakin banyak,dan sesuai
dengan proses pematangan
otaknya.
Untuk lebih
memperkuat teorinya Chomsky
mengajukan hal-hal berikut.
1. proses-proses
pemerolehan bahasa pada
semua kanak-kanak boleh
dikatakan sama.
2.proses
pemerolehan bahasa tidak
ada kaitannya dengan
kecerdasan. Maksudnya, anak
yang I-Q nya
rendah juga memperoleh
bahasa pada waktu
dan cara yang
hampir sama
3. proses
pemerolehan bahasa juga
tidak dipengaruhi oleh
motivasi dan emosi
anak-anak.
4. tata bahasa yang
dihasilkan oleh semua
anak-anak boleh dikatakan
sama.
PENUTUP
Teori kognitif mempelajari
bahwa pengkajian bagaimana
caranya persepsi mempengaruhi
perilaku dan bagaimana
caranya pengalaman mempengaruhi
persepsi. Dengan kata lain, teori
kognitif mencoba mengkaji
proses-proses akal atau mental
yang berlaku pada
waktu proses pembelajaran
berlangsung.
Daftar pustaka
Abdul
chaer. Psikolinguistik kajian
teoritik.Jakarta.pt rineka cipta 2009
Prof.dr.sumsunuwiyati
. psikolinguistik. Bandung .pt refika aditama2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar