Penerapan Teori Konstruktivistik
dengan Menggunaakan Model Pembelajaaran Aktif
Makalah
ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah
Perencanaan
Pembelajaran Bahasa Indonesia

Disusun
oleh:
Nama:
Dewi Fitri Yani
Semester/kelas:
5/A2
Dosen
Pengampu: Haerudin,M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah SWT. Yang selalu memberikan, rahmat, karunia, keikhlasan serta
kesabaran sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “
Penerapan Teori Konstruktivistik dengan Menggunakan Model Pembelajaran Aktif ”
Shalawat serta salam selalu tercurah kepada baginda alam nabi besar Rasullah
SAW. Serta para pengikutnya sampai akhir.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi
salah satu tugas “ Teori Belajar Bahasa” dalam makalah ini penulis menyadari
masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun tata bahasanya. Oleh,
karena itu saran dan kritik dari berbagai pihak senantiasa penulis harapkan
demi kesempurnaan makalah. Akhirnya,semoga makalah yang telah disusun dapat
bermanfaat bagi penulis dan pembaca
umumnya.
Tangerang, Desember 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL ........................................................................................................... i
KATA
PENGANTAR................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ................................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang............................................................................................... 1
B. RumusanMasalah.......................................................................................... 2
C. Manfaat……………………………………………………………………..2
D. Tujuan
Makalah …………………………………………………………….2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Teori Konstruktivistik................................................................. ………3
B. Prinspi-Prinsip
Teori Konstruktivistik........................................................... ………4
C. Cirr-Ciri
Pendekatan Teori Konstruktivistik………………………………………..4
D. Strategi
Pembelajaran Konstruktivistik …………………………………………….5
E. Kelebihan
dan Kekurangan Teori Konstruktivistik…………………………………6
F. Pengertian
Pembelajarn Aktif…………………………………………………….…7
G. Model-Model
Pembelajaran…………………………………………………………8
H. Penerapan
Teori Konstruktivistik dengan Model Pembelajaran……………………11
BAB
III PENUTUP
A. Simpulan....................................................................................................... 12
B. Saran............................................................................................................. 13
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………….14
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Pada
Saat ini terdapat beragam inovasi baru di dalam dunia pendidikan terutama pada
proses pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut adalah konstruktivistik.
Pemilihan pendekatan ini lebih dikarenakan agar pembelajaran membuat siswa
antusias terhadap persoalan yang ada sehingga mereka mau mencoba memecahkan
persoalannya. Pembelajaran di kelas masih dominan menggunakan metode ceramah
dan tanya jawab sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berintekrasi langsung kepada benda-benda konkret.
Teori
atau pedekatan konstruktivistik akhir-akhir ini banyak jadi bahan dan
berkembang menjadi wacana nasioal berbagai pihak yang telihat dalam
penyelengaraaan pendidikan.pendekatan ini dianggap sebagai fenomena baru yang
menjanjnjikan dalam upya pelakasanaan pembelajaran yang efektig dan mendukung pengembangan potensi siswa secara
optimal. Pendekatan ini memiliki cirri khusus yang berbeda dengan pendekatan
sebelumnya.
Seorang
guru perlu memperhatikan konsep awal siswa sebelum pembelajaran. Jika tidak
demikian, maka seorang pendidik tidak akan berhasilkan menanamkan konsep yang
benar, bahkan dapat memunculkan sumber kesulitan belajar selanjutnya. Mengajar
bukan hanya untuk meneruskan gagasan-gagasan pendidik pada siswa, melainkan
sebagai proses mengubah konsepsi-konsepsi siswa yang sudah ada dan di mana
mungkin konsepsi itu salah, dan jika ternyata benar maka pendidik harus
membantu siswa dalam mengkonstruk konsepsi tersebut biar lebih matang. Selain
itu juga, seorang guru harus mempunyai motode dan model pembelajaran yang
menarik agar para siswa dapat aktif untuk menyapaikan gagasannya dan
memahami materi pembelajaran dengan
baik, bertanya serta bekerja sama dengan teman-temannaya, serta dapat
mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Rumusan Masalah
- Apa pengertian dari pendekatan konstruktivisme?
- Apa prinsip-prinsip dari pembelajaran konstruktivisme?
- Apa ciri-ciri dari pendekatan konstruktivistik ?
- Bagaimana strategi pembelajaran konstruktivisistik ?
- Apa saja kekurangan dan kelebihan pembelajaran konstruktivistik ?
- Apa saja model-model pembelajaran yang aktif ?
- Apa pengertian pembelajarn yang aktif ?
- Bagaimana penerapan teori konstruktivistik denan model pembelajaran?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui definisi teori konstruktivistik
2. Untuk
mengetahui definisi pembelajaran aktif
3. Untuk
mengetahui model-model pembelajaran
4. Untuk
mengetahui bagaimana penerapan teori konstruktivistik dan model pembelajaran.
D. Manfaat
1. Bagi
Pembaca, diharapkan mengambil hal-hal positif yang dapat menjadi pembelajaran.
2. Bagi
Dosen, dapat menjadi bahan pembelajaran
atau materi yang berhubungan dengan perencanaan pembelajaraan
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Teori Konstruktivistik
Teori
kontruktivistik, merupakan teori pembelajra kognitif yang baru dalam psikologi
pendidikaan yang menyatakan siswa harus menemukaan sendiri dan
mentrasformasikan informasi kompleks,megecek informasi baru dengan aturan-aturan
lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak sesuai lagi. Bagi siswa
agar benar-benar memahami dan dapat menerapakan pengetahuan, mereka harus
bekerja nmemecahkan masalah,menemukan sesuatu untuk dirinya,berusaha dengan
suasah payah dengan ide-ide.
Teori
konstruktivistik, adalah suatu pendapat yang menyatakan bahwa perkembangan
kognitif merupakan suatu proses dimana anak secara aktif membangun sistem arti
da adalah peroses pembelajran n pemahaman terhadap realita melalui pengalaman
dan interaksi mereka.menurut pandangan teori konstruktivistik anak secara aktif
membangun pengetahuan dengan cara terus-menurus mengasimlasi dan mengakomodasi
informasi baru,dengan kata lain konstrukivistik adalah terori perkembangan
kognitif yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pemahaman mereka
tentang realita.
Teori
konstruktivistik menurut suparno, adalah merupakan hasil kontruksi kognitif
melalui kegiatan seseorang. Pandangan ini member penekanan bahwa pengetahuan
kita adalah bentukan kita sendiri.
Teori
konstruktivistik adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam
stuktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Menurut Jean Piaget menanggap
bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari objek semata, akan tetapi dari
pengetahuan individu sebagai subjek yang menagkap setiap objek yang diamatinya.
Teori
konstruktivisme merupakan salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang
menyatakan bahwa dalam proses memperoleh pengetahuan diawali dengan terjadinya
konflik kongnitif, yang hanya dapat diatasi melalaui pengetahuan diri.
Maksundnya adalah peroses belajar konstriktivisme secara konseptual merupakan
proses yang dipandang dari pendekatan kognitif,bukan sebagai perolehan
informasi yang berlangsung satu arah dari luar ke dalam diri siswa melainkan
sebagai pemberian makna oleh siswa kepada pengalamanya melalui proses asimilasi
dan akomodasi yang bermuara pada pemuahkiran stuktur kongnitifnya.
B. Prinsip-Prinsip
Teori Konstruktivistik Menurut Suparno:
1. Pengetahuan
dibangun oleh siswa secara aktif
2. Tekanan
dalam proses belajar terletak pada siswa
3. Mengajar
adalah membantu siswa belajar
4. Tekanan
dalam proses belajar lebih pada proses bukan pada hasil akhir
5. Kurikulum
menekankan partisipasi siswa
6. Guru
sebagai fasilitator
Secara umum prinsip-prinsip
terebut berperan sebagai referensi dan alat refeleksi terhadap praktik
pembaruan,dan perencanaan pendidikan.
C.
Ciri-ciri Pendekatan Teori Konstruktivistik
Menurut
Suparno ciri-ciri konstruktivistik, yaitu:
1.
Belajar berarti membentuk makna.
2.
Konstruksi arti itu dipengaruhi oleh
pengertian yang telah ia punyai.
3.
Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan
fakta, melainkan lebih sebagai perkembangan pemikiran dengan membuat pegertian
baru.
4.
Proses belajar yang sebenanya terjadi
pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih
lanjut.
5.
Hasil dipengaruhi oleh pengalaman siswa
dengan dunia fisik dan lingkungan.
6.
Hasil belajar seseorang tergantung pada
apa yang telah diketahui si pelajar.
D.
Strategi Pembelajaran
Konstruktivistik
- Langsung (Tatap Muka)
Terdiri
dari tiga tahap yaitu:
a.
Pendahuluan : Memberikan “orientasi” dan
“penggalian ide” untuk menegtahui prakonsepsi pebelajar.
b.
Inti : Merupakan bagian terbesar
pembelajaran, digunakan untuk memfasilitasi “restrukturisasi ide” mengarah ke
perbaikan konsep, pembelajar menilai apakah ide-ide itu sudah mendekati konsep
ilmiah yang sesungguhnya. Selanjutnya memberi kesempatan kepada pebelajar untuk
“mengaplikasikan ide-ide” yang baru dipelajari untuk memecahkan berbagai
masalah. Pemantapan pebelajar atas ide-ide itu sebenarnya baru, namun akan
mantap setelah digunakan untuk memecahkan masalah.
c.
Penutup : Melakukan “review perubahan
ide” untuk membandingkan ide yang telah dipelajari dengan ide awalyang muncul
saat penggalian ide.
- Tidak Langsung (Non Tatap Muka)
Dalam
pebelajaran non tatap muka “restrukturisasi ide” dan “aplikasi ide” dapat terus
difasilitasi; bedanya proses pembelajaran pebelajar, tanpa pengawasan
pembelajar. Tugasnya bisa bersifat terstruktur (sesuai dengan perencanaan
pembelajar), dapat juga mandiri (sesuai dengan minat masing-masing pebelajar)
E.
Kelebihan dan Kekurangan
Pembelajaran Konstruktivistik
1.
Kelebihan Pembelajaran Konstruktivistik
a.
Pembelajaran berdasarkan
konstruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan
secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi gagasan
dengan temannya, dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang gagasannya.
b.
pembelajaran berdasarkan
konstruktivistik memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah
dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal siswa
agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki
kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan
dan memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa.
c.
pembelajaran konstruktivistik memberi siswa
kesempatan untuk berpikir tentang pengalamannya. Ini dapat mendorong siswa
berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi tentang model dan teori,
mengenalkan gagasan-gagasanpada saat yang tepat.
d.
pembelajaran berdasarkan konstruktivistik
memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru agar siswa terdorong
untuk memperoleh kepercayaan diri dengan menggunakan berbagai konteks, baik
yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya memotivasi siswa untuk
menggunakan berbagai strategi belajar.
e.
pembelajaran konstruktivistik mendorong siswa
untuk memikirkan perubahan gagasan mereka setelah menyadari kemajuan mereka
serta memberi kesempatan siswa untuk mengidentifikasi perubahan gagasan mereka.
f.
pembelajaran konstruktivistik memberikan
lingkungan belajar yang kondusif yang mendukung siswa mengungkapkan gagasan,
saling menyimak, dan menghindari kesan selalu ada satu jawaban yang benar.
2.
Kekurangan Pembelajaran Konstruktivistik
a.
Karena siswa mengkonstruksi
pengetahuannya sendiri, tidak jarang bahwa hasil konstruksi siswa tidak cocok
dengan hasil konstruksi para ilmuwan, hal ini mengakibatkan terjadinya
miskonsepsi.
b.
Membutuhkan waktu yang lama, dan setiap
siswa memerlukan penanganan yang berbeda-beda.
F.
Pengertian Pembelajaran Aktif
Pembelajaran
yang aaktif merupakan proses pembelajaran di mana seorang guru harus daapt
menciptkan suasana yang sedemikan rupa sehingga siswa aktif
bertanya,mempertanyakan, dan juga mengemukakan gagasannya. Disamping aktif
,pembelajaran ini harus menyenangkan.
Pembelajaran
yang menyenagkan berkaitan erat dengan suasana belajar yang menyenagkan
sehingga siswa dapat memusatkan perhatiannya secar penuh pada belajarnya.
Keadaan yang aktif dan menyenagkan tidaklah cukup,jika proses pembelajaran
tidak efektif, yaitu menghasilkan apa yang ahrus dikuasai oleh para siswa,sebab
pembelajaran memiliki tujuan yang harus dicapai. Untuk mencapai tujuan dan
menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa,maka ada beberapa model pembelajaran
dan pendekatnya,yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
G.
Model-model pembelajaran
- Model debat
Langkah-langkah:
·
Guru membagi dua kelompok peserta debat
yang satu pro dan yang satu lainya
kontra
·
Guru memberiakan tugas untuk membackan
materi yang akan didebatkan oleh kelompok di atas
·
Setelah selesai membaca materi. guru
menunjuk salah satu anggota pro untuk berbicara dan ditanggai atau dibalas oleh
kelompok kontra,demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa
mengemukaakan jawabanya
·
Sementara siswa mengemukaakan
gagasanya,guru menulis ide-ide dari setiap pembicaraan di paapn tulis sampai
sejumblah ide yang diharapkan guru terpenuhi
·
Guru menambahkan konsep atau ide yang
belum terungkap
·
Dari data-data di paapn tulis tersebut,
guru mengajaksiswa membuat kesimpulan atau rangkuman sesuai topik yang ingin
dicapai.
- Role playing
Langkah-langkah:
·
Guru menyusun/menyiapkan skenario yang
ditampilkan
·
Menunjuk beberapa siswa unuk mempelajari
scenario dua hari sebelum KBM
·
Guru membentuk kelompok sisa yang
anggotanya 5 orang
·
Memberikan penjelasan tentang kompetensi
yang ingin dicapai
·
Memanggil para siswa yang sudah yang
sudah ditunjuk untuk melakonkan scenario yang sudah dipersiapkan
·
Masing-masing siswa duduk dikelompoknya
masing-masing, sambil memperhatikan scenario yang sedang diperagakan
·
Setelah selesai
dipentaskan,masing-masing siswa diberikaan kertas sebagai lembar kerja untuk
membahas
·
Masing-masing kelompok menyampaikan
hasil kesimpulannya
- Talking stick
·
Guru menyiapkan sebuah tongkat
·
Guru menyampaikan materi pokok yang akan
dipelajari,kemudian meemberikaan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan
mempelajari materi tersebut
·
Setelah selesai membaca buku dan
mempelajarinya,siswa dipersilahkan menutup bukunya
·
Guru mengambil tongkat dan memberikan
kepada siswa secara bergiliran lalu memberikan pertanyaan. Begitu
seterusnyasampai semua siswa mendaptkan giliran menjawab pertanyaan dari guru.
- Bertukar pasangan
Langkah-langkah:
·
Setiap siswa satu pasangan atau guru
yang menentukan pasangannya
·
Guru memberikan tugas dan siswa
mengerjakaan tugas dengan pasanganya
·
Setelah selesai setiap pasangan
bergabung dengan satu pasangan yang lain
·
Kedua pasangan tersebut bertukar
pasangan masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan
jawaban mereka
·
Temuan baru yang didapatkan dari
pertukaran pasangan,kemudian dibagikan kepada pasangan semula
·
Setelah siswa mendapatkan
bola/pertanyaan,siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang ditulis
di kertas yang berbentuk bola tersebut
- Model word squre
·
Membuat kotak sesuai keperluan yang
berisi soal-soal yang menyangkut dengan materi
·
Sampaikan materi sesuai kompetensi yang
diajarkan
·
Bagiakan lembar jawaban yang telah
dibuat sebelumnya oleh guru
·
Siswa disuruh menjawab soal kemudian,
mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban
·
Berikan poin setiap jawaban dalam kotak.
H.
Penerapan Teori Konstruktivistik
dengan Model Pembelajaran
Penerapanya
adalah guru menghalau siswanya agar dapat melibatkan pembelajaran bersama
ataupun membentuk grup mendorong pembelajaran antar siswa. Selain itu
pembelajaran aktif daapt juga dilakukan dengan basis individu atu grup besar.
Peran guru dalam hal ini dapt membantu siswa dalam menghubungkan apa yang
mereka pelajari di sekolah dengan apa yang mereka lakukan di kehidupan nyata.
Suasana
pengelolahan kelas dapat dilihat sebagai gabungan antara praktik dan prosedur
yang digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bersifat
mengembangkan kemampuan serta memaksimalkan waktu belajar. pengelolahan kelas
merupakan segala sesuatu yang dilakukan guru,untuk mengatur siswa,ruang,waktu,
dan materi sehinggaz pembelajaran siswa berlangsung dengan baik.yang dimaksud
dengan praktik dan prosedur adalah aturan perilaku strategi pengelolahan waktu,
prosedur untuk mengatur dan mengorganisir grup secara efektif, prosedur untuk
berbagi dan mengumpulkan materi secaar efisien,serta untuk mengatur meja dan
kursi,pusat belajar serta perabotan lain yang digunakan untuk belajar.Untuk
membantu strategi pembelajaran yang aktif ini,guru dapat menerapkan bebeapa
metode serta model pembelajaran yang relevan.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Teori konstruktivistik adalah proses membangun atau
menyusun pengetahuan baru dalam stuktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.
Menurut Jean Piaget menanggap bahwa pengetahuan itu terbentuk bukan hanya dari
objek semata, akan tetapi dari pengetahuan individu sebagai subjek yang
menagkap setiap objek yang diamatinya.
Prinsip-Prinsip
Teori Konstruktivistik yaitu: Pengetahuan dibangun oleh siswa secara
aktif,tekanan dalam proses belajar terletak pada siswa,mengajar adalah membantu
siswa belajar,tekanan dalam proses belajar lebih pada proses bukan pada hasil
akhirKurikulum menekankan partisipasi siswa dan Guru sebagai fasilitator,
Belajar berarti membentuk makna. Cirri-ciri teori konstruktivistik yaitu:
Konstruksi arti itu dipengaruhi oleh pengertian yang telah ia punyai,belajar
bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta, melainkan lebih sebagai perkembangan
pemikiran dengan membuat pegertian baru dan proses belajar yang sebenanya
terjadi pada waktu skema seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran
lebih lanjut. Strategi pembelajaranya yaitu: langsung dan tidak langsung.
Model-model pembelajaran: model debat,talking stick,betukar pasangan,word squre
dan role playing.
Penerapanya adalah guru menghalau siswanya
agar dapat melibatkan pembelajaran bersama ataupun membentuk grup mendorong
pembelajaran antar siswa. Selain itu pembelajaran aktif daapt juga dilakukan
dengan basis individu atu grup besar. Peran guru dalam hal ini dapt membantu
siswa dalam menghubungkan apa yang mereka pelajari di sekolah dengan apa yang
mereka lakukan di kehidupan nyata. Selain itu juga, guru harus mempunyai
strategi pembelajaran yang baik, metode yang menyenangkan dan model
pembelajaarn yang tepat sdisesuaikan dengan materi yang di ajarkan, tentunya
harus menggunakan teori konstruktivistik di mana paar siswa membangun sendiri
pengetahuannya dan mengembangkan serta dapat mempraktikannya dalam kehidupan
sehari-hari dan guru hanya sebagai fasilitator di sekolah.
B.
Saran
Saran yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca adalah agar pembaca dapat
menerapkan teori konstruktivistik dengan menggunakan model-model pembelajaran
yang seuai denagan materi yang diajarkan dan pembaca mendapat informasi, serta
manfaat dari bacaan yang dibaca. Demi kesempurnaan penulisan makalah ini,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Uno, Hamzah B dan Nurdin Mohamad.2012.Belajar dengan Pendekatan PAILKEM.
Jakarta: PT BumiAksara
Sa’ud, udin syaefudin.2011.Inovasi pendidikan.Bandung:ALFABETA
Winataputra,udin.S.2011.Teori Belajar dan
Pembelajara.Jakarta:Universitas Terbuka
Trianto,2011.Model Pembelajaran Terpadu.Jakarta:Bumi
Aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar