Pandangan Adward Lee Thorndike terhadap Teori
Belajar
Makalah
ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas individu dari mata kuliah
Teori
Belajar Bahasa
Dosen
Mata Kuliah: Haerudin, M.Pd
DISUSUN OLEH:
Nama: Fajri Wahyu Illahi
Kelas/ Semester : A.82/ 5
NPM: 1388201146
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Teori
belajar selalu bertolak dari sudut pandang psikologi belajar tertentu. Dengan
perkembangannya psikologi dalam pendidikan, maka dengan itu bermunculan
berbagai teori tentang belajar, justeru dapat dikatakan bahwa dengan tumbuhnya
pengetahuan tentang belajar. Maka psikologi dalam pendidikan menjadi berkembang
sangat pesat. Didalam masa perkembangan psikologi pendidikan dijaman mutakkhir
ini muncullah secara beruntun beberapa aliran psikologi pendidikan,
B.
Rumusan masalah
Dari
beberapa aliran psikologi, behavioristik adalah merupakan salah satu aliran
yang dimiliki oleh Edward Lee Thorndike sehingga dalam makalah ini akan
mengangkat tentang :
1. Biografi Edward Lee
Thorndike
2. Bagaimana teori-teori
Edward L.T. ?
3. Apa saja hukum-hukum yang
digunakan Edward L.T. ?
C.
Tujuan
Adapun
tujuannya yaitu untuk menambah wawasan pengetahuan mahasiswa/mahasiswi terhadap
psikologi pendidikan terutama tentang pemikiran dan teori-teori Edward Lee
Thorndike sesuai dengan makalah yang tersusun ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
Biografi singkat Adward Lee Thorndike
(1874-1949)
Adward lee thorndike lahir
tnggal 31 Agustus 1874 di Williamsburg, dan Meninggal tanggal 10 Agustus 1949
di Montrose, New York. Ia adalah seorang psikolog Amerika yang menghabiskan
hampir seluruh karirnya di Teachers College, Columbia University. Masa
kanak-kanak dan Pendidikannya adalah sebagai anak seorang pendeta Metodis di
Lowell, Massachusetts. Thorndike lulus dari The Roxbury Sekolah Latin (1891),
di West Roxbury, Massachusetts, Wesleyan University (BS 1895), Harvard
University (MA 1897), dan Columbia University (PhD. 1898). Beberapa buku yang
pernah ditulis, antara lain :
• Animal Intelligence : An
Experimental Study of Asociation Process in Animal – 1898 (saat Thorndike
berusia 24 tahun) Buku ini berisi penelitian Thorndike terhadap tingkah laku
beberapa jenis hewan, yang mencerminkan prinsip dasar dari proses belajar yang
ia anut yaitu asosiasi
• Educational Psychology
(1903) Buku ini merupakan penerapan prinsip transfer of training di bidang
pendidikan. Berkat buku ini dan prestasinya yang lain, Thorndike diangkat
menjadi guru besar di “Teacher’s College of Columbia”.
• Animal Intelligence – 1911
Sebenarnya buku ini merupakan disertasi doktornya (1898) yang dikembangkan
bersama dengan penelitian-penelitiannya yang lain.
Thorndike dianggap sebagai
pelopor di beberapa bidang, antara lain:
• learning theory
• educational practice
• verbal behavior
• comparative psychology
• intelligence testing
• nature-nurture problem
• transfer of learning
• application of
quantitatives measures to sociopsychological problems
1. Pandangan Adward lee thorndike terhadap teori belajar.
Menurut
Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara
peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus
adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk
mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon adalah
sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Eksperimen
thorndike ini menggunakan hewan-hewan terutama kucing untuk mengetahui fenomena
belajar. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle
box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons,
perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui
usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error)
terlebih dahulu. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error
learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut
hukum-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh
Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori
asosiasi. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang
cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu
tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan.
Percobaan
Thorndike yang terkenal dengan binatang coba kucing yang telah dilaparkan dan
diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara
otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh.
Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and
conecting”, yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan
membuat salah. Dalam melaksanakan coba-coba ini, kucing tersebut cenderung
untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Setiap
respons menimbulkan stimulus yang baru, selanjutnya stimulus baru ini akan
menimbulkan respons lagi, demikian selanjutnya, sehingga dapat digambarkan
sebagai berikut: S R S1 R1 dst
Dalam
percobaan tersebut apabila di luar sangkar diletakkan makanan, maka kucing
berusaha untuk mencapainya dengan cara meloncat-loncat kian kemari. Dengan
tidak tersengaja kucing telah menyentuh kenop, maka terbukalah pintu sangkar
tersebut, dan kucing segera lari ke tempat makan. Percobaan ini diulangi untuk
beberapa kali, dan setelah kurang lebih 10 sampai dengan 12 kali, kucing baru
dapat dengan sengaja menyentuh kenop tersebut apabila di luar diletakkan
makanan.
2. Teori belajar Edward lee Thordhike.
Psikologi
aliran behaviristik mulai mengalami perkembangan dengan lahirnya teori-teori
tentang belajar yang dipelopori oleh Edward lee thorndike dll. Mereka
masing-masing telah mengadakan penelitian yang menghasilkan penemuan yang
berharga mengenai hal belajar.
Pada
mulanya, pendidikan dan pengajaran di amerika serikat di dominasi oleh pengaruh
dari Thorndike (1874-1949), ia mengemukakan teorinya yang disebut sebagai teori
belajar “ Connectionism” karena belajar merupakan proses pembentukan
koneksi-koneksi antara stimulus dan respon. Teori ini sering juga disebut
“Trial and error” dlam rangkan menilai respon yang terdapat bagi stimulus
tertentu. Thorndike mendasarkan teorinya atas hasil-hasil penelitiannya
terhadap tingkah laku beberapa binatang antara lain kucing, dan tingkah laku
anak-anak dan orang dewasa. Ia mengatakan, bahwa belajar dengan “Trial and
error” itu dmulai dengan adanya beberapa motif yang mendorong keaktivan. Dengan
demikian, untuk mengaktifkan anak dalam belajar dibutuhkan motivasi.
Objek
penelitian di hadapkan kepada situasi baru yang belum dikenal dan membiarkan
objek melakukan berbagai pada aktivitas untuk merespon situasi itu, dalam hal
ini objek mencoba berbagai cara bereaksi sehingga menemukan keberhasilan dalam
membuat koneksi sesuatu reaksi dengan stimulasinya.
Ciri-ciri belajar dengan
trial and error :
1. Ada motif pendorong
aktivitas
2. ada berbagai respon
terhadap situasi
3. ada aliminasi
respon-respon yang gagal atau salah
4. ada kemajuan
reaksi-reaksi mencapai tujuan dari penelitiannya itu.
Teori belajar koneksionisme
ini ada juga keberatan-keberatannya antara lain:
a. belajar menurut teori ini
bersifat mekanistis. Bila diberikan S dengan sendirinya atau secara
mekanis/otomatis timbul R. latihan-latihan ujian banyak berdasarkan pendirian
ini.
b. Pelajaran bersifat
teacher-centered. Yang terutama aktif adalah guru. Dialah yang melatih
anak-anak dan yang menentukan apa yang harus diketahui oleh anak-anak.
c. Anak-anak pasif artinya
kurang didorong untuk aktif berfikir, tak turut menentukan bahan pelajaran
sesuai dengan kebutuhannya.
d. Teori ini membutuhkan
pembentukan meteriil, yaknimenumpuk pengetahuan, dank arena itu sering menjadi
intelektualis. Knowledge is power. Pengetahuan dianggap berkuasa.
3. Hokum-hukum
belajar Adward lee thorndike
Adward lee thorndike dengan
= S-R. bond theory = tersebeut menyusun hukum-hukum belajar sebagai berikut:
1. Hukum – hukum primair,
ditemukan sekitar tahun 1930-an yang terdiri dari:
a. “law of readiness:,
artinya bahwa kesiapan untuk bertindak itu timbul, karena penyesuaian diri
dengan alam sekitarnya, yang akan member kepuasan. Apabila tidak memenuhi
kesiapan bertindak, maka tidak akan member kepuasan.
b. “law of exercise”,
artinya pengaruh-pengaruh dari latihan. Maksudx, bahwa suatu hubungan menjadi
kuat apabila sering berlatih dan hubungan menjadi lemah atau hilang, apabila
kurang atau tidak ada latihan.
c. ‘law of effect” artinya:
bahwa kelakuhan yang dilakukan dengan pengalaman yang memuaskan, cenderung
ingin diulangi lagi, sedangkan yang tidak mendatangkan kepuasan cenderung
dilupakan.
2. Hukum-hukum secundair,
terdiri dari:
a. “law of multiple
response”, artinya: bermacam-macam usaha coba-coba dalam menghadapi situasi
yang kompleks (problematis), maka salah satu dari percobaan itu akan berhasil
juga. Maka, hukum ini disebut pula “trial and error”.
b. “law of assimilation”,
artinya orang dapat menyesuaikan diri pada situasi baru, asal situasi tersebut
ada unsure-unsur yang bersamaan.
c. “law of partial
activity”, artinya seorang dapat bereaksi secara selektif terhadap kemungkinan
yang ada dalam situasi tertentu.
BAB
III
PENUTUP
Simpulan :
Dari uraian d iatas maka
dapat diambil beberapa kesimpulan :
1. Teori belajar yang
dikemukakan Edward Lee Thorndike disebut dengan Teori Connectionism atau dapat
juga di sebut Trial and Error Learning.
2. Ciri-ciri Belajar dengan
Trial and Error adalah :
a. Ada motif pendorong
aktivitas
b. Ada berbagai respon
terhadap situasi
c. Ada eliminasi
respon-respon yang gagal atau salah
d. Ada kemajuan
reaksi-reaksi mencapai tujuan
3. Hukum-hukum yang
digunakan Edward Lee Thorndike adalah hukum primeir dan hukum skunder.
Menurut
teori ini belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara
peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). Stimulus
adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk
mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon adalah
sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Jadi teori
ini mengajarkan supaya bersikap aktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar